Lihat hasilnya sebelum mendaftar
Potongan dokumen CP yang benar-benar dihasilkan sistem. Perhatikan bagaimana jumlah dan nama elemennya berubah mengikuti karakteristik tiap mata pelajaran — bukan template yang sama dengan nama mapel diganti.
Bahasa Indonesia · Kelas 3 SD
Fase BRasional
Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi utama bagi manusia dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan mengembangkan diri. Di jenjang sekolah dasar, khususnya Fase B (Kelas III), pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan literasi dasar yang kokoh agar mereka mampu memahami informasi, mengekspresikan gagasan, serta berpartisipasi aktif dalam lingkungan sosial dan akademis.
Elemen capaian pembelajaran (4)
Menyimak
Kemampuan peserta didik menerima, memahami, dan merefleksikan informasi yang didengar dari pembicaran orang lain, instruksi lisan, atau pembacaan teks dengan konsentrasi dan sikap yang santun.
Membaca dan Memirsa
Kemampuan peserta didik untuk membaca teks dengan lancar, memahami kosakata baru, mengidentifikasi ide pokok dan informasi penjelas, serta menafsirkan informasi dari teks visual atau multimodal.
Berbicara dan Presentasi
Kemampuan peserta didik menyampaikan gagasan, tanggapan, dan informasi secara lisan dengan volume, intonasi, dan sikap yang tepat, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.
Menulis
Kemampuan peserta didik mengekspresikan ide, perasaan, dan informasi dalam bentuk tulisan tangan yang rapi dan terbaca, menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat, serta menyusun paragraf sederhana.
Capaian akhir fase per elemen
Menyimak
Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu mengikuti instruksi lisan yang diberikan dengan tepat.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informasional.
Ditampilkan 2 dari 4 capaian per elemen. Dokumen penuh memuat rasional lengkap, tujuan mata pelajaran, prinsip Pembelajaran Mendalam, dan indikator ketercapaian.
Buat CP untuk mapel sayaDaftar gratis — mapel dan kelas apa pun, hasilnya unduh PDF dan Word.
Yang sebenarnya perlu Anda susun
Ada salah paham yang sering terjadi: karena CP sudah ditetapkan pemerintah, banyak guru mengira tidak ada yang perlu dikerjakan. Padahal yang diminta dari satuan pendidikan bukan menulis ulang CP, melainkan menyusun dokumen analisis-nya.
Dokumen itu memuat pemetaan CP ke elemen, rumusan capaian akhir fase untuk tiap elemen, rasional kenapa mata pelajaran ini penting dipelajari, karakteristik keilmuannya, sampai indikator ketercapaian. Bagian inilah yang biasanya dikerjakan malam-malam menjelang supervisi, dan yang paling sering berakhir jadi salinan dari sekolah tetangga.
Generator ini mengerjakan bagian tersebut dengan CP resmi sebagai rujukan. Jumlah elemen ditentukan dari karakteristik mata pelajarannya sendiri, bukan dipaksa seragam — sebuah detail kecil yang langsung terlihat kalau dokumennya dibaca pengawas.
Dasar acuan yang dipakai
Satu hal yang perlu diperhatikan tahun ini: acuan CP tidak lagi tunggal. Mata pelajaran agama memakai keputusan yang berbeda dari mata pelajaran lain.
Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025
Capaian pembelajaran resmi untuk seluruh mata pelajaran umum — Matematika, IPA, IPS, Bahasa, sampai mata pelajaran kejuruan SMK.
Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026
Khusus Pendidikan Agama dan Budi Pekerti semua agama beserta varian Pendidikan Khususnya. Ditetapkan 23 Juni 2026 bersama Kementerian Agama, berlaku mulai TA 2026/2027, dikembangkan dengan lima dimensi cinta.
Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025
Payung kurikulumnya: pendekatan Pembelajaran Mendalam dan 8 dimensi profil lulusan.
KMA Nomor 1503 Tahun 2025
Kurikulum Berbasis Cinta untuk madrasah — otomatis terintegrasi bila jenjang yang dipilih MI, MTs, atau MA.
Cara membuat dokumen CP otomatis
- 1
Pilih mata pelajaran, jenjang, dan kelas
Fase terisi otomatis: kelas 1–2 masuk Fase A, kelas 3–4 Fase B, dan seterusnya sampai Fase F. Untuk SMK, tambahkan program keahlian.
- 2
Sistem memetakan elemen dan capaiannya
CP resmi mata pelajaran tersebut dipecah menjadi elemen, lalu tiap elemen dituliskan capaian akhir fasenya.
- 3
Periksa dan sesuaikan
Baca rasional dan karakteristiknya. Bagian ini paling enak disesuaikan dengan konteks sekolah Anda — muatan lokal, kondisi murid, atau kesepakatan MGMP.
- 4
Unduh PDF atau Word
PDF untuk dicetak dan dilampirkan, Word untuk disunting lebih lanjut. Riwayat tersimpan permanen.
CP, ATP, dan modul ajar dalam satu tarikan
Satu kali generate menghasilkan tiga dokumen sekaligus: CP & ATP (sekitar 14 halaman), Modul Ajar (18 halaman), dan Prota/Promes (11 halaman). Ketiganya disusun berurutan dari dokumen CP yang sama, jadi elemen yang muncul di ATP benar-benar elemen yang tadi dirumuskan — bukan versi lain yang kebetulan mirip.
Paket Hemat
Rp15.000
3x generate — 9 dokumen
Paket Populer
Rp30.000
7x generate — 21 dokumen
Paket Pro
Rp45.000
16x generate — cocok satu MGMP
Butuh dokumen lain?
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu CP generator?
CP generator adalah alat yang menyusun dokumen capaian pembelajaran secara otomatis untuk mata pelajaran dan fase tertentu. Keluarannya bukan sekadar kutipan CP resmi, melainkan dokumen analisis yang memecah capaian menjadi elemen-elemen, menuliskan capaian akhir fase per elemen, serta melengkapinya dengan rasional dan karakteristik mata pelajaran.
Bukankah CP sudah ditetapkan pemerintah? Untuk apa digenerate?
Betul, rumusan CP-nya memang sudah ditetapkan dalam Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Yang perlu disusun sendiri oleh satuan pendidikan adalah dokumen analisis CP-nya: memetakan CP ke elemen, menuliskan rasional dan karakteristik mata pelajaran, serta menyiapkan indikator ketercapaian. Bagian inilah yang dikerjakan generator, dengan CP resmi sebagai rujukan.
Berapa jumlah elemen yang dihasilkan?
Menyesuaikan karakteristik keilmuan mata pelajarannya, umumnya 3 sampai 6 elemen. Matematika SD misalnya menghasilkan lima elemen (Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang), sementara mata pelajaran lain bisa berbeda jumlah maupun namanya. Sistem tidak memaksakan jumlah elemen yang seragam.
Apakah mata pelajaran agama memakai acuan yang sama?
Tidak. Khusus Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk semua agama, acuannya Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 — perubahan terbatas atas Kepka BSKAP 046/H/KR/2025 yang ditetapkan bersama Kementerian Agama dan berlaku mulai tahun ajaran 2026/2027. CP versi ini dikembangkan dengan lima dimensi cinta. Mata pelajaran lain tetap memakai Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.
Apa hubungan CP dengan TP dan ATP?
CP adalah kompetensi yang harus dicapai di akhir fase. TP (tujuan pembelajaran) adalah pecahan CP menjadi target yang lebih kecil dan terukur. ATP adalah rangkaian TP yang sudah diurutkan menjadi alur belajar satu tahun beserta alokasi waktunya. Urutannya CP dulu, baru TP, baru ATP.
Apakah dokumennya bisa diedit?
Bisa. Tersedia unduhan PDF siap cetak dan Word (.docx) yang dapat disunting — mengganti identitas sekolah, menambah konteks lokal, atau menyesuaikan rumusan dengan hasil musyawarah guru mata pelajaran.
Bacaan lanjutan
Apa itu capaian pembelajaran
Pengertian dasar CP dalam Kurikulum Merdeka dan posisinya di antara dokumen lain.
Cara menganalisis CP
Langkah memecah capaian pembelajaran menjadi elemen dan kompetensi yang terukur.
Fase A sampai F dalam Kurikulum Merdeka
Pembagian fase per jenjang dan konsekuensinya pada penyusunan dokumen.
Perbedaan CP, TP, dan ATP
Tiga istilah yang paling sering tertukar, dijelaskan dengan contoh konkret.