Lihat hasilnya sebelum mendaftar
Potongan modul ajar yang benar-benar dihasilkan sistem. Perhatikan alur pertemuannya: topiknya berkembang dari eksplorasi ke proyek, bukan enam pertemuan yang isinya mirip semua.
Bahasa Indonesia · Kelas 3 SD
Fase BElemen fokus
MEMBACA DAN MEMIRSA
18 JP (6 Pertemuan @ 3 JP)
alokasi
Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam
model
Produk akhir: Jurnal Membaca Kreatif (berisi peta pikiran ide pokok, ulasan puisi, dan kamus kata baru bergambar)
Alur 6 pertemuan
- 1
Menjelajah Teks Narasi · 3 JP
Menemukan informasi penting dan pesan moral dari teks narasi.
Produk: Lembar Kerja Analisis Tokoh dan Pesan Moral
- 2
Berburu Kata Baru · 3 JP
Membaca dan memahami kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf tertentu.
Produk: Kamus Mini Bergambar Kata Baru
- 3
Menemukan Ide Pokok · 3 JP
Mengidentifikasi ide pokok pada teks informasional bertema lingkungan.
Produk: Peta Pikiran Ide Pokok
- 4
Ide Pokok vs Ide Pendukung · 3 JP
Membedakan ide pokok dan ide pendukung pada teks informasional.
Produk: Tabel Analisis Ide Pokok dan Pendukung
- 5
Melodi Puisi Anak · 3 JP
Membaca dan memahami makna puisi anak dengan intonasi yang tepat.
Produk: Ulasan Makna Puisi dan Penampilan Membaca Puisi
- 6
Pameran Jurnal Membaca · 3 JP
Menyusun dan mempresentasikan Jurnal Membaca Kreatif.
Produk: Jurnal Membaca Kreatif Lengkap
Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran — 3 dari 6 baris
Peserta didik dapat menemukan informasi penting tentang kehidupan sehari-hari dari teks narasi yang dibaca dengan tepat.
Mampu menjawab minimal 4 dari 5 pertanyaan panduan (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa) terkait teks narasi.
Bukti: Lembar kerja analisis teks narasi terisi dengan jawaban yang tepat dan relevan.
Peserta didik dapat membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf kompleks secara fasih.
Mampu melafalkan kata baru dengan kombinasi huruf ny, ng, kh, sy secara jelas tanpa terbata-bata.
Bukti: Catatan observasi guru saat murid membaca nyaring daftar kata baru.
Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok pada teks informasional dengan benar.
Mampu merumuskan gagasan utama dari teks informasional satu paragraf dengan kalimat sendiri.
Bukti: Peta pikiran yang menunjukkan ide pokok paragraf secara akurat.
Ditampilkan kerangka modul dan 6 alur pertemuan. Dokumen penuh memuat skenario tiap pertemuan, asesmen diagnostik hingga sumatif, rubrik, LKPD siap fotokopi, dan glosarium.
Buat modul ajar untuk mapel sayaDaftar gratis — mapel dan kelas apa pun, hasilnya unduh PDF dan Word.
Bagian yang biasanya bikin modul ajar mangkrak
Menyusun kerangka modul ajar tidak sulit. Yang melelahkan adalah isinya: enam skenario pertemuan yang kegiatannya harus operasional, empat LKPD dengan tabel yang benar-benar bisa diisi murid, rubrik enam aspek dengan deskripsi empat level, plus asesmen diagnostik, formatif, sumatif, remedial, dan pengayaan.
Di titik itulah kebanyakan modul berhenti jadi dokumen formalitas — komponennya lengkap di daftar isi, tapi isinya kalimat umum yang tidak bisa dipakai saat mengajar. Kegiatan inti berbunyi “guru menjelaskan materi” alih-alih menyebut apa yang dikerjakan murid.
Generator ini menuliskan empat sampai enam butir kegiatan inti per pertemuan yang langsung bisa dijalankan, dan tiap pertemuan punya produk yang jelas. Alurnya menyambung: apa yang dihasilkan di pertemuan tiga dipakai di pertemuan lima.
Isi satu modul ajar
Informasi umum & dasar acuan
Identitas modul, alokasi waktu, model pembelajaran, produk akhir.
Profil murid & diferensiasi
Pengetahuan prasyarat, kebutuhan belajar, lima jenis diferensiasi.
Tujuan pembelajaran & KKTP
Tujuan operasional beserta kriteria ketercapaian dan bukti belajarnya.
Alur & skenario 6 pertemuan
Pendahuluan, kegiatan inti, penutup, dan asesmen tiap pertemuan.
Asesmen lengkap
Diagnostik, formatif per pertemuan, sumatif, rubrik 6 aspek, konversi nilai.
LKPD, refleksi, glosarium
Empat LKPD siap fotokopi, lembar observasi guru, refleksi murid, 10 istilah.
Totalnya sekitar 18 halaman untuk satu elemen — dan angkanya nyambung dengan ATP mata pelajaran yang sama, karena keduanya disusun dari dokumen CP yang sama.
Cara membuat modul ajar otomatis
- 1
Pilih mata pelajaran, jenjang, dan kelas
Fase dan tahun ajaran terisi otomatis. Untuk SMK, tambahkan program keahlian agar kegiatannya spesifik ke bidang tersebut.
- 2
Sebutkan elemen atau bab yang sedang diajarkan
Boleh menuliskan judul bab dan sub-bab dari buku sekolah — kerangka materinya akan mengikuti itu. Kalau dikosongkan, sistem memilih elemen yang paling kaya aktivitas praktik.
- 3
Periksa skenario pertemuannya
Baca kegiatan intinya. Di sini penilaian Anda paling dibutuhkan: sesuaikan dengan ketersediaan alat, jumlah murid, dan waktu yang realistis di kelas Anda.
- 4
Unduh PDF atau Word
PDF untuk dicetak berikut LKPD-nya, Word untuk disunting. Riwayat tersimpan permanen dan bisa diunduh ulang.
Satu set bersama CP, ATP, dan Prota/Promes
Modul ajar tidak berdiri sendiri. Satu kali generate menghasilkan CP & ATP (sekitar 14 halaman), Modul Ajar (18 halaman), dan Prota/Promes (11 halaman) sekaligus. Elemen yang dibedah di modul adalah elemen yang sama dengan yang muncul di ATP, dan alokasi JP-nya konsisten dengan pemetaan minggu di Promes.
Paket Hemat
Rp15.000
3x generate — 9 dokumen
Paket Populer
Rp30.000
7x generate — 21 dokumen
Paket Pro
Rp45.000
16x generate — cocok satu MGMP
Butuh dokumen lain?
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu modul ajar generator?
Modul ajar generator adalah alat yang menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka secara otomatis dari mata pelajaran, kelas, dan elemen yang dipilih. Keluarannya bukan kerangka kosong, melainkan modul siap pakai berisi tujuan pembelajaran, alur enam pertemuan, skenario tiap pertemuan, asesmen diagnostik hingga sumatif, rubrik, LKPD, dan glosarium.
Apakah modul ajar sama dengan RPP?
Tidak persis sama. Modul ajar adalah perangkat ajar Kurikulum Merdeka yang cakupannya lebih luas dari RPP: satu modul biasanya mencakup beberapa pertemuan untuk satu elemen, dan memuat komponen yang tidak ada di RPP seperti asesmen diagnostik, diferensiasi, KKTP, dan LKPD. RPP lebih ringkas dan berorientasi satu pertemuan.
Berapa pertemuan yang dihasilkan satu modul?
Enam pertemuan untuk satu elemen fokus, dengan alokasi JP yang menyesuaikan jenjang. Tiap pertemuan memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang operasional, kegiatan penutup, dan bentuk asesmennya.
Bisakah saya menentukan elemen atau bab tertentu?
Bisa. Anda dapat menuliskan elemen fokus atau bahkan judul bab dan sub-bab dari buku yang dipakai sekolah. Kalau judul bab dicantumkan, kerangka materi dan alur pertemuannya mengikuti judul tersebut apa adanya, lalu dikembangkan menjadi kegiatan yang konkret. Kalau dikosongkan, sistem memilih satu elemen yang paling representatif.
Apakah LKPD-nya benar-benar bisa langsung difotokopi?
Ya. Modul memuat empat LKPD dengan tabel berisi pertanyaan dan panduan pengerjaan, dengan sel jawaban dibiarkan kosong untuk diisi murid. Format PDF-nya siap cetak, dan versi Word-nya bisa disesuaikan lebih dulu bila perlu.
Apakah sesuai regulasi terbaru?
Ya. Modul disusun mengacu Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam — berkesadaran, bermakna, menggembirakan — serta 8 dimensi profil lulusan. Capaian pembelajarannya merujuk Kepka BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, kecuali mata pelajaran agama yang memakai Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026.
Untuk madrasah bagaimana?
Bila jenjang yang dipilih MI, MTs, atau MA, modul otomatis terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta sesuai KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Tiap pertemuan mendapat fokus cinta yang relevan, misalnya cinta ilmu atau cinta lingkungan.
Bacaan lanjutan
Apa itu modul ajar
Pengertian dan posisi modul ajar dalam perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Komponen modul ajar
Daftar bagian yang wajib ada, dan mana yang sering terlewat saat menyusun manual.
Perbedaan modul ajar dan RPP
Kapan cukup pakai RPP ringkas, kapan harus modul ajar lengkap.
Cara membuat modul ajar
Alur penyusunan manual, kalau Anda ingin memahami logikanya lebih dulu.