Kurikulum Merdeka

Perbedaan Modul Ajar dan RPP, Mana yang Harus Dipakai?

Tim Kurikulum Otomatis · 30 Juli 2026

Perbedaan Modul Ajar dan RPP, Mana yang Harus Dipakai?

Pertanyaan "harus pakai modul ajar atau RPP" sering muncul di forum guru, terutama dari yang baru pindah sekolah atau baru mengenal Kurikulum Merdeka. Jawaban singkatnya: keduanya sama-sama diperbolehkan, karena keduanya berfungsi sebagai rencana pembelajaran. Yang membedakan adalah bentuk dan kelengkapannya.

RPP: format yang sudah lama dikenal

RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah format perencanaan yang sudah dipakai sejak Kurikulum 2013, bahkan sebelumnya. RPP fokus pada komponen inti: identitas, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Sejak era penyederhanaan administrasi, RPP boleh ditulis ringkas, bahkan dalam format satu lembar, selama komponen intinya lengkap.

Modul ajar: format yang lebih kaya

Modul ajar adalah istilah yang mulai dipakai bersamaan dengan Kurikulum Merdeka. Cakupannya lebih luas dari RPP, karena bisa langsung memuat lembar kerja, bahan bacaan, dan instrumen asesmen dalam satu dokumen. Modul ajar juga umumnya menyertakan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik yang tidak selalu ada di format RPP klasik.

Penjelasan lebih detail soal komponennya ada di artikel komponen modul ajar.

Perbandingan singkat

| Aspek | RPP | Modul Ajar | |---|---|---| | Asal istilah | Kurikulum 2013 | Kurikulum Merdeka | | Cakupan | Ringkas, komponen inti | Lebih kaya, bisa memuat LKPD dan bahan ajar | | Format | Cenderung baku | Fleksibel, sekolah bisa menentukan template | | Kewajiban | Salah satu bentuk perencanaan yang sah | Salah satu bentuk perencanaan yang sah |

Bolehkah tetap pakai RPP di sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka?

Boleh. Tidak ada aturan yang mewajibkan sekolah Kurikulum Merdeka harus memakai istilah dan format modul ajar. Yang penting perencanaan pembelajaran memuat tujuan yang jelas, langkah kegiatan, dan asesmen, apa pun nama dokumennya. Beberapa sekolah bahkan menggabungkan istilah, menyebut dokumennya "RPP/Modul Ajar" untuk memudahkan pemahaman semua pihak.

Kapan sebaiknya pakai modul ajar dibanding RPP sederhana

Modul ajar lebih cocok dipakai untuk materi yang kompleks, membutuhkan lembar kerja khusus, atau untuk topik yang ingin didokumentasikan lengkap agar mudah dipakai ulang atau dibagikan ke guru lain. RPP sederhana lebih praktis untuk materi rutin yang tidak butuh banyak lampiran tambahan.

Tidak ada keharusan memakai satu format untuk semua topik. Anda bisa memakai RPP ringkas untuk sebagian besar pertemuan, dan modul ajar lebih lengkap untuk topik yang memang membutuhkan detail lebih.

Yang penting bukan nama dokumennya

Terlepas dari istilah yang dipakai, inti dari kedua dokumen ini sama: memastikan Anda punya rencana yang jelas sebelum masuk kelas. Perdebatan soal nama dokumen sering menghabiskan energi yang sebenarnya lebih baik dipakai untuk memastikan isi rencana itu benar-benar bisa dijalankan dan bermanfaat bagi murid.

Menyusun keduanya lebih cepat

Baik Anda memilih format modul ajar lengkap atau RPP ringkas, KurikulumOtomatis menyediakan generator untuk keduanya, dari paket modul ajar lengkap sampai generator RPP satuan yang lebih ringkas. Coba salah satunya gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: U.S. Government Accountability Office from Washington, DC, United States via Wikimedia Commons.