Tim Kurikulum Otomatis · 25 Juli 2026

Setelah tahu apa itu modul ajar dan komponen apa saja yang perlu ada di dalamnya, langkah berikutnya adalah benar-benar duduk dan menyusunnya. Bagian ini yang sering terasa paling berat, karena harus mengubah tujuan pembelajaran yang masih berupa kalimat menjadi urutan kegiatan konkret di kelas.
Berikut alurnya langkah demi langkah, dengan contoh kalimat di tiap bagian.
Jangan mencoba memasukkan seluruh ATP ke satu modul ajar. Pilih satu TP, atau maksimal dua TP yang saling berkaitan erat, untuk satu modul. Kalau ATP Anda memuat 15 TP dalam satu fase, wajar kalau Anda punya sekitar 10 sampai 15 modul ajar untuk mata pelajaran itu dalam setahun.
Cantumkan mata pelajaran, fase, kelas, dan alokasi waktu yang realistis. Kalau TP tersebut butuh dua kali pertemuan, tuliskan alokasi waktunya sesuai itu, jangan dipaksakan satu pertemuan hanya supaya modulnya terlihat ringkas.
Pemahaman bermakna menjawab "mengapa materi ini penting", pertanyaan pemantik memancing rasa penasaran murid sebelum masuk materi. Contoh untuk topik pecahan di Matematika:
Dua elemen ini opsional secara aturan, tapi sangat membantu membuka kelas dengan lebih hidup.
Kegiatan pembuka biasanya berisi salam, cek kehadiran, apersepsi yang mengaitkan materi baru dengan pengalaman murid, dan penyampaian tujuan pembelajaran. Tulis dalam kalimat instruksi, bukan sekadar poin, contoh: "Guru menampilkan gambar sepotong kue dan bertanya bagaimana cara membaginya sama rata untuk empat anak."
Ini bagian terpanjang. Pecah menjadi beberapa tahap kecil, misalnya eksplorasi, diskusi, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Setiap tahap sebaiknya menyebutkan apa yang dilakukan guru dan apa yang dilakukan murid, supaya jelas peran masing-masing.
Kalau Anda memakai model pembelajaran tertentu seperti problem based learning atau discovery learning, sesuaikan tahapannya dengan sintaks model itu.
Kegiatan penutup memuat refleksi singkat, penguatan kesimpulan, dan kadang pengumuman untuk pertemuan berikutnya. Refleksi bisa sesederhana meminta murid menuliskan satu hal yang baru dipelajari hari itu.
Pilih bentuk asesmen yang sesuai tujuan. Kalau TP-nya tentang keterampilan menjelaskan, asesmen lisan atau presentasi lebih tepat daripada pilihan ganda. Sertakan rubrik sederhana kalau memungkinkan, agar penilaian lebih objektif.
Terakhir, pastikan media dan sumber belajar yang disebutkan benar-benar tersedia di sekolah Anda. Modul yang mencantumkan proyektor atau internet padahal sekolah tidak memilikinya akan sulit dijalankan persis seperti rencana.
Tulis modul ajar seperti Anda sedang menjelaskan ke guru pengganti yang belum tahu apa-apa tentang kelas Anda. Hindari singkatan pribadi, tulis instruksi dengan kalimat aktif, dan jangan terlalu panjang sampai malas dibaca ulang saat sudah di depan kelas.
Delapan langkah di atas bisa dipercepat drastis dengan bantuan alat yang menyusun draf awalnya untuk Anda. KurikulumOtomatis mengisi seluruh komponen ini secara otomatis dari data mata pelajaran dan kelas yang Anda masukkan, sehingga tugas Anda tinggal menyesuaikan bagian yang paling personal, seperti apersepsi dan contoh yang relevan dengan murid Anda. Coba dengan 1 kredit gratis lewat halaman daftar.
Foto: U.S. Army USAGB by Sandra Wilson via Wikimedia Commons.

Fase A, B, C, D, E, F sering membingungkan kalau baru pindah dari sistem kelas per kelas. Ini penjelasan pembagian fase lengkap dengan kelas yang tercakup di dalamnya.
29 Juli 2026

Pembelajaran mendalam jadi istilah yang sering muncul belakangan. Ini penjelasan konsepnya secara sederhana dan cara menerapkannya di kelas tanpa mengubah total cara mengajar.
27 Juli 2026

Minggu efektif jadi dasar semua perhitungan alokasi waktu, dari prota sampai promes. Ini cara menghitungnya dengan benar berdasarkan kalender pendidikan.
26 Juli 2026