Kurikulum Merdeka

8 Kesalahan Umum Menyusun ATP dan Cara Memperbaikinya

Tim Kurikulum Otomatis · 17 Agustus 2026

8 Kesalahan Umum Menyusun ATP dan Cara Memperbaikinya

Setelah menelaah banyak ATP yang disusun guru, ada pola kesalahan yang muncul berulang. Mengenali pola ini membantu Anda menghindarinya sejak awal, alih-alih menemukannya setelah ATP dipakai satu semester penuh.

1. Menyalin deskripsi CP mentah-mentah jadi TP

CP ditulis dalam bentuk paragraf luas, sementara TP harus spesifik dan terukur. Menyalin CP tanpa diolah membuat TP tetap kabur dan sulit dibuatkan asesmennya.

Perbaikan: pecah CP menjadi kompetensi dan konten terlebih dahulu, baru rumuskan TP dengan kata kerja operasional yang jelas, seperti dijelaskan di artikel cara merumuskan tujuan pembelajaran.

2. Kata kerja tidak terukur

Memakai kata seperti memahami, mengetahui, atau menyadari yang sulit diamati langsung.

Perbaikan: gunakan daftar KKO dari taksonomi Bloom yang sudah terbukti terukur, lihat referensinya di artikel KKO taksonomi Bloom.

3. Urutan tidak mengikuti prinsip prasyarat

Materi lanjutan diletakkan sebelum materi dasarnya, membuat murid kesulitan mengikuti alur belajar.

Perbaikan: cek setiap TP, tanyakan "apakah TP ini membutuhkan pemahaman dari TP lain sebelumnya?" Kalau ya, pastikan TP prasyarat itu diletakkan lebih dulu.

4. Total alokasi JP tidak sesuai minggu efektif

Total JP di ATP melebihi atau kurang dari JP efektif yang benar-benar tersedia dalam satu tahun ajaran.

Perbaikan: hitung dulu minggu efektif dengan benar sebelum menetapkan alokasi, jangan menetapkan alokasi lebih dulu baru menyesuaikan minggu efektif belakangan.

5. Alokasi dibagi rata tanpa mempertimbangkan bobot

Semua TP mendapat alokasi JP yang sama meski tingkat kompleksitasnya berbeda jauh.

Perbaikan: pertimbangkan level kognitif dan kompleksitas tiap TP saat membagi alokasi, seperti dibahas di artikel cara membagi alokasi jam pelajaran.

6. Tidak menyisipkan waktu untuk asesmen

ATP hanya berisi alokasi untuk kegiatan mengajar, lupa menyisipkan waktu untuk penilaian harian, tengah semester, atau akhir semester.

Perbaikan: sisihkan alokasi khusus untuk asesmen di titik-titik strategis, jangan mengandalkan waktu "sisa" yang tidak direncanakan.

7. ATP disusun terpisah dari prota dan promes

ATP, prota, dan promes disusun oleh proses berbeda tanpa saling merujuk, sehingga ketiganya tidak konsisten.

Perbaikan: selalu susun prota dan promes dengan merujuk langsung ke ATP yang sama, cek kembali panduan mengecek kesesuaiannya di artikel cara memastikan prota, promes, dan ATP selaras.

8. Tidak pernah direvisi berdasarkan pengalaman mengajar

ATP disusun sekali di awal tahun dan tidak pernah dievaluasi lagi, padahal pengalaman nyata mengajar sering menunjukkan alokasi atau urutan tertentu perlu disesuaikan.

Perbaikan: catat di akhir semester bagian mana dari ATP yang terasa kurang tepat, jadikan bahan revisi untuk tahun berikutnya.

Cara mencegah kedelapan kesalahan ini sejak awal

Kebanyakan kesalahan di atas bermula dari proses penyusunan yang terburu-buru atau dilakukan tanpa alat bantu yang memadai. KurikulumOtomatis menyusun ATP dengan TP yang terukur, urutan yang mengikuti prinsip prasyarat, dan alokasi yang mempertimbangkan bobot kompleksitas sejak awal, sehingga risiko kesalahan-kesalahan umum ini jauh berkurang. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.