Kurikulum Merdeka

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran yang Terukur dan Jelas

Tim Kurikulum Otomatis · 29 Juli 2026

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran yang Terukur dan Jelas

Banyak masalah di modul ajar sebenarnya bermula dari satu titik: tujuan pembelajaran yang dirumuskan tidak jelas. Kalau TP-nya kabur, kegiatan pembelajaran jadi sulit diarahkan dan asesmen jadi sulit disusun karena tidak tahu persis apa yang harus diukur.

Berikut cara merumuskan TP yang benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar kalimat indah di atas kertas.

Rumus dasar TP

Bentuk paling sederhana: Kompetensi + Konten.

  • Kompetensi: kemampuan yang ditunjukkan, ditulis dengan kata kerja operasional.
  • Konten: materi atau lingkup yang menjadi objek kompetensi itu.

Contoh: "Peserta didik dapat menjelaskan (kompetensi) proses fotosintesis pada tumbuhan (konten)."

Sebagian guru menambahkan komponen ketiga, variasi atau konteks, misalnya "...dengan menggunakan diagram sederhana". Ini opsional, dipakai kalau konteksnya penting untuk memperjelas bagaimana kompetensi itu ditunjukkan.

Pilih kata kerja operasional yang tepat

Kata kerja adalah bagian paling menentukan terukur atau tidaknya sebuah TP. Gunakan kata kerja yang bisa diamati dan dinilai, hindari kata kerja yang maknanya kabur.

Kata kerja yang direkomendasikan (mengacu taksonomi Bloom revisi): mengidentifikasi, menjelaskan, membandingkan, menganalisis, menyimpulkan, merancang, membuat, mempresentasikan, mendemonstrasikan, mengevaluasi.

Kata kerja yang sebaiknya dihindari karena sulit diukur: memahami, mengetahui, menyadari, menghayati, menikmati.

Kalau Anda menemukan diri menulis "peserta didik memahami...", coba tanyakan pada diri sendiri: memahami itu terlihat seperti apa? Biasanya jawabannya mengarah ke kata kerja yang lebih spesifik, misalnya "menjelaskan dengan kata-kata sendiri" atau "mengidentifikasi contoh dari".

Pastikan konten spesifik, bukan terlalu luas

Konten yang terlalu luas membuat TP sulit dicapai dalam satu atau dua pertemuan. Bandingkan:

  • Terlalu luas: "Peserta didik dapat menjelaskan sistem pencernaan manusia."
  • Lebih spesifik: "Peserta didik dapat menjelaskan urutan organ pencernaan manusia dari mulut sampai anus."

TP yang kedua lebih mudah diukur ketercapaiannya dalam satu pertemuan, dan lebih mudah dibuatkan asesmennya.

Cek TP dengan pertanyaan sederhana

Setelah menulis satu TP, uji dengan tiga pertanyaan ini:

  1. Bisakah saya membuat soal atau instrumen penilaian langsung dari kalimat ini?
  2. Bisakah saya menjelaskan ke murid, dalam satu kalimat, apa yang harus mereka bisa lakukan di akhir pembelajaran?
  3. Apakah kalimat ini realistis dicapai dalam alokasi waktu yang direncanakan?

Kalau ada satu saja jawaban "tidak" atau "ragu", TP tersebut perlu dirumuskan ulang.

Contoh perbandingan TP kurang baik dan TP yang sudah diperbaiki

| Kurang baik | Sudah diperbaiki | |---|---| | Peserta didik memahami pecahan | Peserta didik dapat membandingkan dua pecahan berpenyebut sama | | Peserta didik mengetahui sejarah kemerdekaan | Peserta didik dapat mengurutkan lima peristiwa penting menjelang proklamasi kemerdekaan | | Peserta didik menghayati pentingnya menjaga lingkungan | Peserta didik dapat menyusun daftar tindakan sederhana menjaga kebersihan lingkungan sekolah |

Setelah TP dirumuskan, apa selanjutnya

TP yang sudah terukur ini kemudian dirangkai urut menjadi ATP. Kalau Anda belum mengerjakan tahap ini, lanjutkan ke artikel cara menyusun ATP untuk langkah selanjutnya.

Merumuskan puluhan TP tanpa capek

Merumuskan TP satu per satu dari seluruh isi CP untuk satu fase penuh cukup memakan waktu, apalagi untuk mata pelajaran dengan banyak elemen. KurikulumOtomatis merumuskan TP dengan kata kerja operasional yang terukur secara otomatis dari CP yang dipilih, langsung tersusun menjadi ATP yang siap dipakai. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.