Kurikulum Merdeka

Cara Menyusun ATP dari CP: 7 Langkah yang Bisa Diikuti Guru Pemula

Tim Kurikulum Otomatis · 22 Juli 2026

Cara Menyusun ATP dari CP: 7 Langkah yang Bisa Diikuti Guru Pemula

Menyusun ATP sering jadi pekerjaan yang ditunda berminggu-minggu. Bukan karena sulit, tapi karena banyak guru tidak tahu harus mulai dari mana. Dokumen CP berbentuk paragraf panjang, sementara yang dibutuhkan di kelas adalah urutan materi yang jelas dari pertemuan ke pertemuan.

Berikut tujuh langkah yang bisa Anda ikuti secara berurutan. Sekali memahami polanya, menyusun ATP untuk mata pelajaran lain akan jauh lebih cepat.

Langkah 1: Baca CP satu fase secara utuh

Jangan langsung memotong-motong kalimat CP. Baca dulu seluruh capaian pada fase yang Anda ampu, semua elemennya. Tujuannya menangkap gambaran besar: kemampuan akhir seperti apa yang dituju. Kalau Anda belum akrab dengan istilah CP, elemen, dan fase, baca dulu penjelasan dasarnya di artikel apa itu Capaian Pembelajaran.

Langkah 2: Tandai kompetensi dan lingkup materi

Sekarang bedah kalimatnya. Dalam setiap deskripsi CP ada dua komponen yang perlu Anda pisahkan:

  • Kompetensi: kata kerja yang menunjukkan kemampuan, misalnya menganalisis, membandingkan, menyajikan.
  • Lingkup materi: konten yang menjadi objeknya, misalnya pecahan, teks prosedur, sistem pencernaan.

Cara praktisnya, salin deskripsi CP ke dokumen kerja, lalu beri garis bawah untuk kata kerja dan sorotan warna untuk materi. Dari satu paragraf CP biasanya lahir 5 sampai 12 pasangan kompetensi-materi.

Langkah 3: Rumuskan tujuan pembelajaran

Setiap pasangan kompetensi-materi diubah menjadi kalimat tujuan pembelajaran (TP) yang utuh. Rumus sederhananya: murid + kata kerja kompetensi + materi + konteks bila perlu.

Contoh dari CP Matematika Fase C: "Peserta didik dapat membandingkan dua pecahan dengan penyebut berbeda menggunakan garis bilangan."

Pastikan kata kerjanya terukur. Hindari kata seperti memahami atau mengetahui karena sulit dinilai. Gunakan kata kerja operasional yang jelas tingkatannya.

Langkah 4: Urutkan TP menjadi alur

Inilah inti dari kata "alur" pada ATP. Susun TP dari yang paling dasar ke yang paling kompleks. Tiga prinsip pengurutan yang umum dipakai:

  1. Prasyarat dulu: materi yang menjadi fondasi diletakkan lebih awal.
  2. Konkret ke abstrak: mulai dari yang bisa diamati, baru menuju konsep.
  3. Mudah ke sulit: level kognitif rendah mendahului level tinggi.

Untuk fase yang mencakup dua kelas, bagilah alur itu menjadi dua bagian besar, misalnya TP nomor 1 sampai 8 untuk kelas 5 dan nomor 9 sampai 15 untuk kelas 6.

Langkah 5: Hitung alokasi waktu

Cek jumlah jam pelajaran (JP) mata pelajaran Anda dalam setahun, lalu bagikan ke setiap TP sesuai bobotnya. TP yang kompleks atau memuat praktik layak mendapat porsi lebih besar. Total alokasi seluruh TP dalam satu tahun harus sama dengan JP efektif yang tersedia, jadi hitung dulu minggu efektif dari kalender pendidikan.

Langkah 6: Lengkapi kolom pendukung

ATP yang baik biasanya memuat kolom tambahan: elemen CP yang dirujuk, profil atau karakter yang dikuatkan, kata kunci materi, dan asesmen yang direncanakan. Kolom ini yang membuat ATP benar-benar berfungsi sebagai peta, bukan sekadar daftar.

Langkah 7: Uji baca dan minta masukan

Terakhir, baca ATP Anda seolah-olah Anda guru baru yang belum kenal mata pelajaran itu. Apakah urutannya masuk akal? Adakah lompatan yang terlalu jauh antar TP? Kalau di sekolah Anda ada rekan satu mapel, tukar ATP dan saling beri catatan. Sepuluh menit masukan rekan sering menemukan hal yang kita lewatkan.

Kesalahan yang paling sering terjadi

Dari pengalaman menelaah banyak ATP guru, tiga kesalahan ini paling umum: menyalin deskripsi CP mentah-mentah menjadi TP tanpa diolah, kata kerja tidak terukur, dan alokasi waktu yang totalnya tidak cocok dengan kalender. Ketiganya mudah dihindari kalau Anda mengikuti urutan langkah di atas.

Kalau ingin lebih cepat

Mengerjakan tujuh langkah ini secara manual untuk satu mata pelajaran biasanya butuh beberapa hari. Kalau Anda ingin memangkasnya, KurikulumOtomatis dapat menyusunkan draf ATP lengkap dengan TP terurut dan alokasi waktunya hanya dari input mata pelajaran, jenjang, dan kelas. Draf itu tinggal Anda tinjau dengan langkah 7 di atas. Akun baru mendapat 1 kredit gratis untuk mencoba, cukup daftar dengan email atau akun Google.

Foto: Galeri ega via Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0.