Kurikulum Merdeka

Cara Membagi Alokasi Jam Pelajaran ke Setiap Materi dalam ATP

Tim Kurikulum Otomatis · 13 Agustus 2026

Cara Membagi Alokasi Jam Pelajaran ke Setiap Materi dalam ATP

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi saat menyusun ATP adalah membagi total JP secara rata ke semua tujuan pembelajaran, misalnya "ada 10 TP, total 40 JP, jadi tiap TP dapat 4 JP". Cara ini praktis tapi jarang sesuai kenyataan, karena tidak semua TP punya tingkat kompleksitas yang sama.

Kenapa pembagian rata kurang tepat

TP yang menuntut kemampuan mengingat sederhana jelas tidak butuh waktu yang sama dengan TP yang menuntut murid membuat karya atau menganalisis kasus kompleks. Kalau dipaksa rata, TP sederhana akan mendapat waktu berlebih yang terbuang, sementara TP kompleks kekurangan waktu sehingga terburu-buru.

Cara menentukan bobot yang lebih tepat

1. Lihat level kognitif TP

TP dengan level kognitif rendah (mengingat, memahami) umumnya butuh waktu lebih singkat dibanding TP dengan level tinggi (menganalisis, mengevaluasi, mencipta). Rujuk kembali level KKO di artikel KKO taksonomi Bloom untuk memperkirakan kompleksitasnya.

2. Pertimbangkan jumlah sub-keterampilan yang terlibat

TP yang menuntut beberapa langkah atau sub-keterampilan sekaligus (misalnya menyusun teks yang butuh memahami struktur, kebahasaan, dan menulis itu sendiri) wajar mendapat alokasi lebih besar dibanding TP yang hanya menuntut satu keterampilan tunggal.

3. Pertimbangkan kebutuhan latihan

Materi yang butuh banyak latihan berulang untuk dikuasai, seperti operasi hitung atau keterampilan motorik tertentu, biasanya butuh alokasi lebih besar dibanding materi konseptual yang bisa dipahami lebih cepat setelah dijelaskan.

4. Sisipkan waktu untuk asesmen

Jangan lupa mengalokasikan JP untuk asesmen formatif dan sumatif di antara TP-TP tersebut, bukan hanya untuk kegiatan mengajar murni.

Contoh pembagian yang mempertimbangkan bobot

Bandingkan dua pendekatan untuk lima TP dengan total 20 JP:

Dibagi rata: setiap TP mendapat 4 JP, tanpa mempertimbangkan kompleksitas.

Dibagi berdasar bobot:

| TP | Level | Alokasi | |---|---|---| | Mengidentifikasi konsep dasar | C1 | 2 JP | | Menjelaskan hubungan antar konsep | C2 | 3 JP | | Menerapkan konsep pada soal latihan | C3 | 5 JP | | Menganalisis kasus dengan konsep tersebut | C4 | 6 JP | | Merancang solusi dari kasus yang dianalisis | C6 | 4 JP |

Pembagian kedua lebih realistis karena TP dengan tuntutan kognitif lebih tinggi mendapat waktu yang proporsional.

Cek ulang dengan total JP yang tersedia

Setelah membagi berdasarkan bobot, jumlahkan kembali seluruh alokasi dan pastikan totalnya tetap sesuai dengan JP efektif yang tersedia dari hasil perhitungan minggu efektif. Kalau melebihi, kurangi bobot TP yang paling fleksibel, biasanya TP dengan level kognitif lebih rendah yang bisa dipersingkat tanpa mengorbankan pemahaman inti.

Alokasi bukan angka mati

Alokasi JP di ATP adalah perkiraan awal, bukan angka yang kaku. Setelah beberapa kali mengajar, Anda akan punya gambaran lebih akurat mana TP yang butuh waktu lebih lama dari perkiraan awal, dan bisa merevisi alokasi di tahun berikutnya berdasarkan pengalaman nyata.

Menyusun alokasi yang proporsional secara otomatis

Menghitung bobot yang tepat untuk setiap TP dalam ATP yang panjang membutuhkan pertimbangan yang cermat. KurikulumOtomatis menyusun ATP dengan alokasi waktu yang mempertimbangkan kompleksitas tiap tujuan pembelajaran, bukan dibagi rata begitu saja. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.