Kurikulum Merdeka

Contoh ATP SMA Fase E, Menyusun Materi Kelas 10 yang Transisional

Tim Kurikulum Otomatis · 14 Agustus 2026

Contoh ATP SMA Fase E, Menyusun Materi Kelas 10 yang Transisional

Fase E berbeda dari fase lain karena hanya mencakup satu kelas, yaitu kelas 10 SMA/SMK. Karakter khususnya sebagai masa transisi dari SMP membuat penyusunan ATP-nya perlu mempertimbangkan hal yang tidak selalu muncul di fase lain: kesenjangan kemampuan awal murid dari berbagai sekolah asal yang berbeda.

Kenapa Fase E perlu perhatian khusus

Murid kelas 10 berasal dari berbagai SMP dengan kualitas pembelajaran yang beragam. Sebagian mungkin sudah sangat siap dengan materi lanjutan, sebagian masih perlu penguatan dari materi dasar SMP. ATP Fase E idealnya mengakomodasi kesenjangan ini di awal tahun.

Contoh struktur ATP (mengambil sebagian materi Matematika)

| No | Tujuan Pembelajaran | Alokasi JP | Catatan | |---|---|---|---| | 1 | Peserta didik dapat mereview dan memperkuat konsep aljabar dasar dari SMP | 4 | Penguatan awal | | 2 | Peserta didik dapat menyederhanakan bentuk eksponen dan logaritma | 6 | Materi baru | | 3 | Peserta didik dapat menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan eksponen sederhana | 8 | Materi baru | | 4 | Peserta didik dapat menganalisis barisan dan deret aritmetika | 6 | Materi baru | | 5 | Peserta didik dapat menerapkan konsep barisan dan deret dalam masalah kontekstual | 6 | Aplikasi |

Alasan penyusunan urutan ini

TP pertama sengaja disisipkan sebagai jembatan, bukan materi baru murni, untuk memastikan seluruh murid punya fondasi yang setara sebelum masuk materi Fase E yang sesungguhnya. Ini penting khususnya di semester pertama kelas 10, sebelum guru punya gambaran jelas soal kondisi murid lewat asesmen diagnostik. Kalau Anda belum melakukan pemetaan ini, mulai dari artikel asesmen diagnostik.

Mempertimbangkan mata pelajaran pilihan

Salah satu ciri khas Fase E adalah murid mulai mengenal mata pelajaran pilihan sesuai minat, sebagai persiapan sebelum peminatan lebih terarah di Fase F (kelas 11-12). Kalau Anda mengajar mata pelajaran pilihan, ATP yang disusun sebaiknya bersifat eksploratif, memberi gambaran luas tentang bidang itu, bukan langsung masuk ke materi spesialisasi mendalam.

Menyesuaikan dengan kondisi sekolah Anda

Setiap sekolah punya karakter murid yang berbeda. Sekolah dengan input murid yang relatif seragam mungkin tidak perlu alokasi review sebesar contoh di atas, sementara sekolah dengan input yang sangat beragam mungkin perlu alokasi penguatan awal yang lebih besar lagi.

Fase E untuk mata pelajaran lain

Pola yang sama, menyisipkan penguatan fondasi di awal sebelum masuk materi baru, bisa diterapkan untuk mata pelajaran lain di Fase E, terutama yang materinya berjenjang seperti Matematika, Fisika, atau Bahasa Inggris.

Menyusun ATP Fase E lengkap dengan pertimbangan transisi

Menyusun ATP yang memperhitungkan karakter transisi Fase E secara manual membutuhkan analisis tambahan dibanding fase lain. KurikulumOtomatis dapat menyusun ATP untuk Fase E sesuai mata pelajaran yang Anda pilih, sebagai draf awal yang bisa Anda sesuaikan dengan kondisi murid di sekolah Anda. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.