Tim Kurikulum Otomatis · 18 Agustus 2026

Setelah memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menuliskannya di modul ajar tanpa membuat dokumen jadi berlipat-lipat. Kabar baiknya, diferensiasi bisa ditulis dalam satu modul ajar yang sama, cukup dengan menambahkan variasi di titik-titik tertentu.
Modul ajar berdiferensiasi tidak berarti menulis modul terpisah untuk tiap kelompok murid. Cukup tambahkan catatan variasi di bagian kegiatan inti dan asesmen, sementara struktur besar modul (identitas, tujuan pembelajaran, kegiatan pembuka dan penutup) tetap sama untuk semua murid.
Tambahkan catatan singkat di bagian sumber belajar, misalnya:
"Bahan bacaan tersedia dalam dua versi: versi standar untuk sebagian besar murid, dan versi dengan kosakata lebih sederhana untuk murid yang masih dalam tahap penguatan literasi dasar."
Anda tidak perlu menulis ulang seluruh kegiatan, cukup menyebutkan opsi bahan yang tersedia.
Tambahkan catatan di kegiatan inti, misalnya:
"Murid dikelompokkan berdasarkan hasil asesmen diagnostik: kelompok A mengerjakan soal dengan pendampingan langkah demi langkah, kelompok B mengerjakan soal secara mandiri dengan tantangan tambahan di akhir."
Referensi hasil asesmen diagnostik ini bisa Anda lihat kembali di artikel asesmen diagnostik.
Tambahkan opsi di bagian penugasan, misalnya:
"Murid dapat memilih menunjukkan pemahamannya melalui salah satu bentuk: laporan tertulis, poster, atau presentasi lisan singkat, dengan kriteria penilaian yang sama."
Kegiatan inti (potongan):
"Murid mengerjakan lembar kerja analisis kasus. Kelompok yang berdasarkan asesmen diagnostik menunjukkan pemahaman dasar masih perlu penguatan akan mendapat lembar kerja dengan pertanyaan pemandu tambahan. Kelompok lain mengerjakan lembar kerja standar dengan tantangan analisis lebih mendalam di bagian akhir."
Perhatikan, ini hanya menambah satu-dua kalimat dari kegiatan inti biasa, bukan menulis ulang seluruh modul.
Godaan terbesar saat menulis modul berdiferensiasi adalah menjelaskan setiap variasi secara sangat detail sampai modul jadi sangat panjang. Batasi diri pada catatan yang cukup jelas untuk dipahami saat Anda membaca ulang modul itu di hari mengajar, tidak perlu menjelaskan setiap kemungkinan skenario.
Tidak semua pertemuan membutuhkan diferensiasi eksplisit. Terapkan pada topik-topik yang memang menunjukkan kesenjangan kesiapan murid cukup besar berdasarkan data asesmen, sisanya bisa memakai kegiatan standar tanpa variasi berlebihan.
Menulis modul ajar dasar yang solid adalah langkah pertama sebelum menambahkan diferensiasi. KurikulumOtomatis menyusun kerangka modul ajar lengkap yang bisa Anda kembangkan lebih lanjut dengan catatan diferensiasi sesuai kondisi kelas Anda. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Menyusun modul ajar berdiferensiasi seperti ini untuk tiap topik cukup memakan waktu kalau dikerjakan manual. Modul Ajar Generator KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar yang bisa Anda kembangkan dengan opsi diferensiasi.

Prota promes SMK punya tantangan tambahan karena harus mengakomodasi jadwal PKL yang bisa memotong minggu efektif signifikan. Ini cara menyusunnya dengan tepat.
8 September 2026

Kegiatan kokurikuler untuk SD perlu disesuaikan dengan karakter anak yang masih dalam tahap konkret. Ini delapan ide yang mudah dilaksanakan dan sesuai perkembangan usia.
6 September 2026

Beberapa kesalahan berulang membuat modul ajar kurang berfungsi maksimal saat benar-benar dipakai mengajar. Ini tujuh kesalahan paling umum dan cara memperbaikinya.
5 September 2026