Kurikulum Merdeka

Elemen Capaian Pembelajaran, Apa Fungsinya dalam Struktur CP

Tim Kurikulum Otomatis · 19 Agustus 2026

Elemen Capaian Pembelajaran, Apa Fungsinya dalam Struktur CP

Setiap kali membuka dokumen CP, Anda pasti bertemu kata "elemen" di bagian awal sebelum masuk ke deskripsi capaian. Banyak guru melewati bagian ini begitu saja karena terasa seperti label administratif, padahal elemen punya fungsi penting dalam membantu Anda memahami struktur mata pelajaran secara keseluruhan.

Apa itu elemen dalam CP

Elemen adalah kelompok besar kompetensi atau domain yang menyusun satu mata pelajaran. Satu mata pelajaran biasanya terdiri dari beberapa elemen, dan setiap elemen punya deskripsi capaian tersendiri di setiap fase.

Bayangkan elemen seperti bab besar dalam sebuah buku, sementara capaian per fase adalah isi dari tiap bab tersebut untuk tingkat pembaca tertentu.

Contoh elemen di beberapa mata pelajaran

Bahasa Indonesia: menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, menulis.

Matematika: bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, analisis data dan peluang.

IPAS (SD): pemahaman IPAS, keterampilan proses.

IPA (SMP): pemahaman IPA, keterampilan proses.

PJOK: elemen keterampilan gerak, pengetahuan gerak, pemanfaatan gerak, pengembangan karakter dan internalisasi nilai-nilai gerak.

Perhatikan, jumlah dan nama elemen berbeda-beda tiap mata pelajaran, mengikuti karakter keilmuan masing-masing.

Kenapa CP dipecah per elemen

Pemecahan ke elemen membantu dua hal. Pertama, memudahkan guru melihat cakupan mata pelajaran secara terstruktur, tidak semua kompetensi tercampur dalam satu paragraf panjang. Kedua, memungkinkan guru merancang penekanan yang berbeda antar elemen, misalnya elemen keterampilan proses IPAS mungkin butuh lebih banyak kegiatan praktik dibanding elemen pemahaman konsep yang lebih banyak diskusi.

Cara memakai elemen saat menyusun ATP

Saat menganalisis CP, langkah pertama adalah memetakan elemen apa saja yang ada di mata pelajaran Anda, baru kemudian menganalisis capaian di setiap elemen tersebut secara terpisah. Proses ini dijelaskan lebih detail di artikel cara menganalisis capaian pembelajaran.

Setelah semua elemen dianalisis, ATP yang disusun sebaiknya mengintegrasikan TP dari berbagai elemen secara proporsional sepanjang tahun, bukan menghabiskan satu elemen dulu sampai tuntas baru pindah ke elemen berikutnya secara kaku. Beberapa elemen justru lebih baik diajarkan berdampingan karena saling melengkapi, seperti elemen pemahaman konsep dan keterampilan proses di IPAS.

Elemen tidak selalu sama bobotnya

Jangan berasumsi setiap elemen mendapat alokasi waktu yang sama. Elemen yang lebih kompleks atau lebih luas cakupannya wajar mendapat alokasi JP lebih besar dibanding elemen yang lebih ringkas. Pertimbangan ini sama dengan prinsip pembagian alokasi berdasarkan bobot yang dibahas di artikel cara membagi alokasi jam pelajaran.

Memastikan seluruh elemen tercakup di ATP

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah ATP hanya fokus pada satu atau dua elemen yang dirasa lebih penting, sementara elemen lain terlewat atau mendapat porsi sangat kecil. Sebelum menganggap ATP selesai, cek kembali apakah seluruh elemen mata pelajaran Anda sudah terwakili dengan proporsi yang wajar.

Kesalahan umum saat memakai elemen CP

  • Menyamakan elemen dengan bab buku teks. Elemen adalah domain kompetensi yang berkelanjutan lintas fase, bukan unit materi yang sekali dibahas lalu selesai — capaiannya terus berkembang dari fase ke fase.
  • Menyusun TP per elemen tanpa mengecek keterkaitan antar elemen. Elemen Aljabar misalnya butuh dasar dari elemen Bilangan lebih dulu; menyusunnya terpisah tanpa urutan prasyarat membuat ATP jadi tidak logis dijalankan.
  • Tidak mengecek ulang struktur elemen saat pindah fase. Jumlah dan nama elemen bisa berbeda antar fase pada mata pelajaran yang sama — jangan asumsikan strukturnya identik hanya karena mapelnya sama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah jumlah elemen sama di semua fase mata pelajaran yang sama? Umumnya sama, tapi ada pengecualian di fase-fase tertentu. Selalu cek dokumen CP resmi per fase, jangan berasumsi dari fase sebelumnya.

Bolehkah satu TP mencakup dua elemen sekaligus? Boleh, kalau capaiannya memang saling terkait erat. TP tidak harus dibuat 1:1 dengan elemen selama kompetensi yang diukur tetap jelas.

Bagaimana kalau satu elemen tidak muncul sama sekali di buku ajar yang dipakai sekolah? Tetap wajib disusun TP dan ATP-nya sendiri secara terpisah dari buku ajar, karena elemen adalah bagian resmi CP yang wajib dicapai murid.

Menyusun ATP yang mencakup seluruh elemen secara otomatis

Memastikan seluruh elemen mata pelajaran terwakili proporsional dalam satu ATP membutuhkan analisis menyeluruh yang cukup memakan waktu. KurikulumOtomatis menyusun ATP yang mencakup seluruh elemen mata pelajaran secara otomatis dan proporsional, sehingga tidak ada elemen yang terlewat. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Memetakan elemen CP ke TP dan alokasi waktu yang tepat untuk seluruh materi butuh waktu tersendiri. CP Generator KurikulumOtomatis menyusunkannya secara otomatis untuk mata pelajaran dan fase yang Anda pilih.