Tim Kurikulum Otomatis · 19 Agustus 2026

Kebijakan penyederhanaan RPP menjadi satu lembar pernah jadi kabar yang disambut lega oleh banyak guru, setelah bertahun-tahun terbiasa menyusun RPP berhalaman-halaman untuk setiap pertemuan. Pertanyaannya, apakah format ini masih relevan sekarang, terutama setelah istilah modul ajar mulai populer di Kurikulum Merdeka?
Kebijakan ini lahir dari semangat mengurangi beban administratif guru, dengan prinsip RPP cukup memuat tiga komponen inti: tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian, tanpa perlu komponen tambahan yang panjang seperti KI-KD detail atau uraian teori yang berlebihan.
Prinsip penyederhanaan ini sebenarnya sejalan dengan semangat modul ajar yang juga fleksibel dalam formatnya, seperti dibahas di artikel perbedaan modul ajar dan RPP. Sekolah yang masih nyaman memakai istilah dan format RPP satu lembar tetap boleh melanjutkannya, selama komponen inti perencanaan pembelajarannya tetap terpenuhi.
Jadi RPP satu lembar bukan format yang sudah usang, melainkan salah satu bentuk perencanaan yang sah berdampingan dengan modul ajar yang lebih kaya komponennya.
Ditulis singkat dan terukur, langsung diambil dari ATP atau CP yang relevan. Tidak perlu penjelasan panjang, cukup satu atau dua kalimat yang jelas.
Ditulis ringkas dalam bentuk poin-poin untuk kegiatan pembuka, inti, dan penutup, tanpa perlu narasi panjang seperti di modul ajar yang lebih detail.
Sebutkan jenis penilaian (formatif atau sumatif) dan instrumen singkatnya, misalnya "observasi keaktifan diskusi" atau "kuis lisan 3 pertanyaan".
Mata pelajaran: IPAS | Kelas: 4 | Alokasi: 2 x 35 menit
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat mengidentifikasi tiga jenis perubahan wujud benda dari contoh sehari-hari.
Kegiatan Pembelajaran:
Penilaian: Observasi keaktifan diskusi kelompok (formatif), kuis lisan 3 pertanyaan di akhir (sumatif ringan).
RPP satu lembar cocok untuk topik yang sederhana dan sudah familiar bagi guru, di mana detail tambahan tidak terlalu dibutuhkan. Untuk topik yang kompleks, membutuhkan lembar kerja khusus, atau ingin didokumentasikan lengkap untuk dipakai ulang tahun depan, modul ajar yang lebih lengkap lebih sesuai.
Tidak ada keharusan memilih salah satu untuk seluruh mata pelajaran. Anda bisa mencampur keduanya sesuai kebutuhan tiap topik.
Apakah RPP satu lembar masih diakui secara resmi di Kurikulum Merdeka? Ya, prinsip penyederhanaannya tetap relevan selama tiga komponen inti — tujuan, kegiatan, penilaian — tetap terpenuhi dengan jelas.
Bolehkah sekolah memakai RPP satu lembar untuk sebagian mapel dan modul ajar lengkap untuk mapel lain? Boleh. Keduanya bisa dicampur sesuai kebutuhan tiap topik, tidak ada keharusan memilih satu format untuk seluruh mata pelajaran.
Apa risiko kalau RPP satu lembar ditulis terlalu ringkas? Guru pengganti atau pengawas bisa kesulitan memahami maksud kegiatan kalau konteksnya terlalu minim — tetap sisakan cukup detail agar dokumen bisa dipahami orang lain.
Baik Anda memilih format ringkas atau lengkap, KurikulumOtomatis menyediakan generator RPP yang bisa disesuaikan levelnya, dari yang ringkas sampai yang lengkap dengan seluruh komponen modul ajar. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Kalau sekolah Anda sudah beralih ke format modul ajar Kurikulum Merdeka, Modul Ajar Generator KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar otomatis sebagai gantinya.

Prota promes SMK punya tantangan tambahan karena harus mengakomodasi jadwal PKL yang bisa memotong minggu efektif signifikan. Ini cara menyusunnya dengan tepat.
8 September 2026

Kegiatan kokurikuler untuk SD perlu disesuaikan dengan karakter anak yang masih dalam tahap konkret. Ini delapan ide yang mudah dilaksanakan dan sesuai perkembangan usia.
6 September 2026

Beberapa kesalahan berulang membuat modul ajar kurang berfungsi maksimal saat benar-benar dipakai mengajar. Ini tujuh kesalahan paling umum dan cara memperbaikinya.
5 September 2026