Tim Kurikulum Otomatis · 20 Agustus 2026

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi murid dengan cara yang cukup berbeda dari ulangan harian biasa. Alih-alih menguji hafalan materi tertentu, AKM menguji kemampuan bernalar menggunakan teks dan data yang disajikan langsung dalam soal.
Soal AKM biasanya menyajikan stimulus terlebih dahulu, berupa teks bacaan, grafik, tabel, atau infografis, baru kemudian diikuti beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman terhadap stimulus tersebut. Murid tidak dituntut mengingat fakta dari luar, semua informasi yang dibutuhkan biasanya sudah ada dalam stimulus.
Stimulus: sebuah teks pendek tentang manfaat menabung sejak dini bagi anak-anak.
Pertanyaan: "Berdasarkan teks tersebut, apa alasan utama yang disampaikan penulis mengapa anak-anak perlu belajar menabung sejak dini?"
Soal ini menguji kemampuan menemukan informasi eksplisit dan memahami gagasan utama, bukan menghafal definisi menabung.
Stimulus: grafik sederhana yang menunjukkan penurunan penjualan es krim saat musim hujan.
Pertanyaan: "Berdasarkan grafik tersebut, apa yang paling mungkin menjadi penyebab penurunan penjualan es krim di bulan-bulan tersebut?"
Soal ini menguji kemampuan menarik kesimpulan dari data visual, bukan sekadar membaca angka.
Stimulus: daftar harga tiga jenis buah di sebuah pasar beserta berat kemasan masing-masing.
Pertanyaan: "Kalau Ibu Ani ingin membeli buah dengan harga per kilogram termurah, buah mana yang sebaiknya dipilih?"
Soal ini menguji kemampuan menerapkan konsep perbandingan dalam konteks nyata, bukan sekadar menghitung rumus di atas kertas.
Anda tidak perlu membuat mata pelajaran tambahan khusus AKM. Sisipkan kebiasaan berikut dalam pembelajaran reguler:
Penting dipahami, AKM adalah asesmen terpisah yang mengukur kompetensi mendasar lintas mata pelajaran, bukan pengganti ulangan harian atau penilaian sumatif mata pelajaran tertentu. Latihan bertipe AKM sebaiknya dilihat sebagai penguatan keterampilan dasar yang mendukung semua mata pelajaran, bukan tambahan kurikulum baru yang terpisah.
Menyisipkan latihan bertipe AKM secara konsisten dalam modul ajar membutuhkan sedikit penyesuaian kegiatan dan soal di tiap topik. KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar dan generator soal yang bisa Anda kembangkan lebih lanjut dengan pendekatan kontekstual serupa AKM. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.

Penilaian sikap sering dianggap paling sulit karena terasa subjektif. Ini cara melakukannya dengan lebih objektif lewat observasi terstruktur dan jurnal sederhana.
17 Agustus 2026

Memakai AI untuk modul ajar bukan sekadar minta chatbot menulis, ada cara yang membuat hasilnya lebih tepat sasaran. Ini panduan praktis dari nol sampai hasil siap pakai.
16 Agustus 2026

Ice breaking tidak harus rumit atau butuh alat khusus. Ini 12 ide yang bisa langsung dicoba di kelas, dikelompokkan berdasarkan tujuannya masing-masing.
15 Agustus 2026