Tips Mengajar

Cara Melakukan Analisis Butir Soal Setelah Ulangan Berlangsung

Tim Kurikulum Otomatis · 5 September 2026

Cara Melakukan Analisis Butir Soal Setelah Ulangan Berlangsung

Setelah ulangan selesai dan nilai sudah dibagikan, banyak guru langsung melanjutkan ke topik berikutnya tanpa menganalisis lebih jauh soal yang sudah dipakai. Padahal analisis butir soal bisa mengungkap dua hal penting: soal mana yang bermasalah, dan pola kesulitan murid yang sebenarnya.

Dua indikator utama analisis butir soal

1. Tingkat kesukaran (difficulty index)

Menunjukkan proporsi murid yang menjawab benar untuk satu butir soal. Dihitung sederhana: jumlah murid yang menjawab benar dibagi total murid yang mengerjakan.

Soal dengan tingkat kesukaran terlalu tinggi (hampir semua salah) atau terlalu rendah (hampir semua benar) perlu ditinjau ulang, karena kurang efektif membedakan murid yang paham dan belum paham.

2. Daya pembeda (discrimination index)

Menunjukkan seberapa baik soal membedakan murid yang berkemampuan tinggi dan rendah. Caranya, bagi murid menjadi kelompok atas (skor total tertinggi) dan kelompok bawah (skor total terendah), lalu bandingkan proporsi yang menjawab benar pada butir soal tertentu di kedua kelompok.

Soal yang baik seharusnya lebih banyak dijawab benar oleh kelompok atas dibanding kelompok bawah. Kalau soal justru lebih banyak dijawab benar oleh kelompok bawah, itu tanda ada masalah pada soal tersebut, mungkin kunci jawaban yang salah atau soal yang ambigu.

Cara melakukan analisis sederhana tanpa aplikasi statistik

Langkah 1: Urutkan murid berdasarkan skor total

Susun hasil ulangan dari skor tertinggi ke terendah.

Langkah 2: Bagi menjadi kelompok atas dan bawah

Ambil 27% murid dengan skor tertinggi sebagai kelompok atas, dan 27% murid dengan skor terendah sebagai kelompok bawah (proporsi ini umum dipakai, tapi Anda bisa menyesuaikan dengan jumlah murid di kelas).

Langkah 3: Hitung proporsi jawaban benar tiap butir di kedua kelompok

Untuk setiap butir soal, hitung berapa persen kelompok atas yang menjawab benar, dan berapa persen kelompok bawah yang menjawab benar.

Langkah 4: Bandingkan dan tandai soal yang bermasalah

Soal dengan selisih kecil atau negatif (kelompok bawah lebih banyak benar) antara kedua kelompok perlu ditinjau ulang.

Contoh sederhana

| Butir Soal | % Benar Kelompok Atas | % Benar Kelompok Bawah | Kesimpulan | |---|---|---|---| | Soal 1 | 90% | 20% | Baik, daya pembeda tinggi | | Soal 2 | 95% | 90% | Terlalu mudah, kurang membedakan | | Soal 3 | 40% | 60% | Bermasalah, ditinjau ulang |

Soal 3 di atas perlu ditinjau, kemungkinan pengecohnya membingungkan murid yang justru paham materi, atau ada kesalahan pada kunci jawaban.

Apa yang dilakukan dengan soal yang bermasalah

Kalau soal terbukti bermasalah setelah dianalisis, ada beberapa opsi: memberikan poin penuh ke semua murid untuk soal itu, merevisi soal untuk penggunaan berikutnya, atau menjadikannya bahan diskusi kelas untuk mengklarifikasi kebingungan yang muncul.

Manfaat lain dari analisis butir soal

Selain menemukan soal bermasalah, analisis ini juga membantu Anda melihat pola materi yang secara umum masih sulit dipahami seluruh kelas, menjadi bahan evaluasi untuk penyampaian materi di semester atau tahun berikutnya.

Kesalahan umum saat menganalisis butir soal

  • Melewatkan analisis sama sekali setelah ulangan selesai. Soal bermasalah terus dipakai ulang di tahun-tahun berikutnya tanpa disadari.
  • Hanya melihat tingkat kesukaran tanpa mengecek daya pembeda. Soal bisa punya tingkat kesukaran "pas" tapi ternyata sama sekali tidak membedakan murid yang paham dan belum paham.
  • Tidak menindaklanjuti temuan soal bermasalah. Hasil analisis hanya jadi catatan tanpa perbaikan nyata pada soal berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah analisis butir soal wajib dilakukan untuk setiap ulangan? Idealnya untuk ulangan yang soalnya akan dipakai ulang, seperti ulangan harian rutin atau bank soal. Untuk ulangan sekali pakai bisa lebih fleksibel.

Berapa jumlah murid minimal agar analisis ini bermakna? Semakin banyak murid semakin akurat, tapi untuk kelas kecil sekalipun analisis sederhana ini tetap bisa memberi gambaran kasar, meski proporsi kelompok atas-bawahnya perlu disesuaikan.

Apakah soal dengan daya pembeda negatif harus langsung dibuang? Tidak harus dibuang, tapi wajib ditinjau ulang — kadang cukup diperbaiki redaksi atau pengecohnya, tidak selalu berarti soal itu sama sekali tidak bisa dipakai.

Menyusun soal yang sudah dirancang dengan kualitas terjaga

Melakukan analisis butir soal jauh lebih bermakna kalau soal awalnya memang disusun dengan kisi-kisi dan sebaran level kognitif yang jelas, seperti dibahas di artikel cara membuat kisi-kisi soal. KurikulumOtomatis membantu menyusun soal dengan struktur yang jelas sejak awal, memudahkan analisis Anda di kemudian hari. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Hasil analisis butir soal ini idealnya memengaruhi revisi soal di asesmen modul ajar berikutnya. Modul Ajar Generator KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar lengkap dengan bagian asesmennya.