Tim Kurikulum Otomatis · 6 Agustus 2026

Kisi-kisi soal sering dianggap formalitas yang dibuat setelah soal selesai, padahal urutan yang benar justru sebaliknya: kisi-kisi dibuat lebih dulu sebagai kerangka, baru soal disusun mengikutinya. Kalau dibalik, hasilnya soal cenderung timpang, materi tertentu diujikan berlebihan sementara yang lain terlewat sama sekali.
Kisi-kisi soal adalah kerangka yang memetakan tujuan pembelajaran atau indikator yang akan diujikan, bentuk soal, tingkat kesulitan, dan jumlah soal untuk masing-masing, sebelum soal itu sendiri ditulis.
Ambil TP dari ATP yang relevan dengan cakupan ujian, misalnya seluruh TP yang diajarkan dalam satu bab atau satu semester.
Tidak semua TP perlu diujikan dengan jumlah soal yang sama. TP yang lebih kompleks atau lebih sering muncul dalam kegiatan pembelajaran biasanya layak mendapat porsi soal lebih banyak.
Gunakan acuan KKO taksonomi Bloom untuk menentukan level soal, dari mengingat sampai mencipta. Sebisa mungkin sebarkan level soal, tidak hanya di level mengingat, agar ujian benar-benar mengukur pemahaman, bukan sekadar hafalan. Daftar lengkap KKO per level ada di artikel KKO taksonomi Bloom.
Pilih bentuk soal yang sesuai TP: pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep secara cepat, uraian untuk mengukur kemampuan menjelaskan atau menganalisis, atau praktik untuk mengukur keterampilan.
Format kisi-kisi umumnya berupa tabel dengan kolom: nomor, TP/indikator, materi, level kognitif, bentuk soal, dan nomor soal.
| No | Tujuan Pembelajaran | Level | Bentuk Soal | Jumlah | No Soal | |---|---|---|---|---|---| | 1 | Mengidentifikasi bentuk energi | C1 | Pilihan ganda | 2 | 1, 2 | | 2 | Menjelaskan pemanfaatan energi listrik | C2 | Pilihan ganda | 2 | 3, 4 | | 3 | Menganalisis penghematan energi di rumah | C4 | Uraian | 1 | 5 |
Aturan praktis yang bisa dipakai: jumlah soal per TP sebanding dengan bobot alokasi waktu TP itu di ATP dan prota. TP yang diajarkan dalam 8 JP wajar mendapat porsi soal dua kali lipat dibanding TP yang diajarkan dalam 4 JP.
Kesalahan paling umum adalah menyusun soal dulu, baru membuat kisi-kisi sebagai formalitas belakangan untuk melengkapi berkas ujian. Hasilnya kisi-kisi tidak benar-benar mencerminkan proporsi materi, hanya menyesuaikan soal yang kebetulan sudah ada.
Kisi-kisi yang tersusun rapi memudahkan penyusunan kartu soal (rincian tiap butir soal) dan analisis butir soal setelah ujian berlangsung, karena Anda punya acuan jelas apa yang seharusnya diukur oleh tiap nomor soal.
Menyusun kisi-kisi yang proporsional dan soal yang sesuai levelnya membutuhkan ketelitian tersendiri. Kalau Anda butuh generator soal yang menyusun kisi-kisi dan butir soal sekaligus dari TP yang Anda pilih, KurikulumOtomatis menyediakan tool generator soal otomatis yang bisa membantu mempercepat proses ini. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.

KKTP jadi patokan menentukan murid sudah mencapai tujuan pembelajaran atau belum. Ini pengertian dan tiga pendekatan membuatnya yang paling umum dipakai.
6 Agustus 2026

AI bukan pengganti guru, tapi bisa jadi asisten yang memangkas waktu untuk pekerjaan administratif. Ini gambaran realistis apa yang bisa dan tidak bisa dibantu AI.
3 Agustus 2026

Minggu pertama semester selalu terasa padat. Ini checklist praktis yang bisa dicentang satu per satu agar persiapan mengajar berjalan lebih tenang.
3 Agustus 2026