Tips Mengajar

Cara Membuat Rubrik Penilaian yang Objektif dan Mudah Dipakai

Tim Kurikulum Otomatis · 10 Agustus 2026

Cara Membuat Rubrik Penilaian yang Objektif dan Mudah Dipakai

Rubrik yang baik membuat dua guru berbeda bisa memberi skor yang sama untuk hasil kerja murid yang sama. Rubrik yang buruk membuat skor bergantung pada mood atau perasaan penilai saat itu. Bedanya ada di kejelasan deskriptor tiap level.

Dua jenis rubrik

Rubrik holistik

Memberi satu skor keseluruhan berdasarkan kesan umum terhadap hasil kerja, cocok untuk penilaian cepat yang tidak butuh rincian per aspek.

Rubrik analitik

Memecah penilaian ke beberapa aspek terpisah dengan skor masing-masing, cocok untuk tugas kompleks yang punya beberapa dimensi kualitas, seperti presentasi atau proyek.

Rubrik analitik lebih sering dipakai di kelas karena memberi umpan balik yang lebih spesifik ke murid, bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Langkah membuat rubrik analitik

1. Tentukan aspek yang dinilai

Pilih 3-5 aspek yang benar-benar penting dari tugas tersebut. Terlalu banyak aspek membuat rubrik sulit dipakai cepat, terlalu sedikit membuat penilaian kurang mewakili kualitas kerja secara menyeluruh.

2. Tentukan jumlah level

Umumnya 3-4 level cukup: misalnya "perlu bimbingan", "cukup", "baik", "sangat baik". Terlalu banyak level (lebih dari 5) justru membuat perbedaan antar level jadi tidak jelas.

3. Tulis deskriptor yang konkret di tiap sel

Ini bagian paling penting dan paling sering diabaikan. Setiap sel harus berisi deskripsi konkret yang bisa diamati, bukan kata sifat abstrak seperti "baik" atau "kurang" tanpa penjelasan.

Kurang tepat: Skor 3 = Bagus. Skor 2 = Cukup. Skor 1 = Kurang.

Lebih tepat: Skor 3 = Menjelaskan seluruh tahapan dengan runtut dan disertai contoh. Skor 2 = Menjelaskan sebagian besar tahapan dengan cukup runtut. Skor 1 = Menjelaskan sebagian kecil tahapan, urutan kurang jelas.

Contoh rubrik analitik untuk presentasi kelompok

| Aspek | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | |---|---|---|---| | Kelengkapan isi | Isi tidak mencakup poin utama | Isi mencakup sebagian poin utama | Isi mencakup seluruh poin utama dengan jelas | | Kerja sama tim | Hanya 1-2 anggota yang aktif berbicara | Sebagian besar anggota berkontribusi | Seluruh anggota berkontribusi merata | | Penyampaian | Membaca teks tanpa kontak mata | Sesekali menatap audiens | Menyampaikan dengan percaya diri dan kontak mata baik | | Menjawab pertanyaan | Tidak bisa menjawab pertanyaan audiens | Menjawab dengan bantuan anggota lain | Menjawab dengan jelas dan mandiri |

Melibatkan murid memahami rubrik sejak awal

Bagikan rubrik ke murid sebelum tugas dikerjakan, bukan setelah tugas selesai. Murid yang tahu kriteria penilaian sejak awal cenderung menghasilkan kerja yang lebih terarah, karena mereka tahu persis apa yang diharapkan.

Menghubungkan rubrik dengan KKTP

Rubrik pada dasarnya adalah salah satu bentuk penerapan KKTP, terutama untuk tugas yang punya banyak dimensi penilaian. Penjelasan lebih luas soal KKTP dan pendekatan lainnya ada di artikel KKTP.

Menyusun rubrik untuk berbagai jenis tugas

Membuat rubrik yang tepat untuk setiap jenis tugas sepanjang semester membutuhkan waktu tersendiri. Kalau modul ajar Anda sudah menyertakan rencana asesmen yang jelas, menyusun rubriknya jadi lebih terarah. KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar lengkap dengan rencana asesmen sebagai titik awal, coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.