Tips Mengajar

KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran), Apa Itu dan Cara Membuatnya

Tim Kurikulum Otomatis · 6 Agustus 2026

KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran), Apa Itu dan Cara Membuatnya

Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana guru tahu murid sudah mencapainya? Di sinilah KKTP berperan, menjadi patokan atau batas yang menunjukkan sebuah TP sudah tercapai.

Pengertian KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran adalah kriteria yang digunakan untuk menilai apakah murid telah mencapai tujuan pembelajaran tertentu. KKTP menjawab pertanyaan "seberapa baik" murid harus menunjukkan kompetensi itu, bukan sekadar "sudah atau belum".

KKTP menggantikan istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dulu dipakai secara luas di kurikulum sebelumnya, dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual per tujuan pembelajaran, bukan angka tunggal untuk seluruh mata pelajaran.

Tiga pendekatan membuat KKTP

1. Deskripsi kriteria

Menjelaskan secara kualitatif ciri-ciri murid yang sudah mencapai tujuan, biasanya dengan beberapa tingkat pencapaian.

Contoh untuk TP "Peserta didik dapat menjelaskan proses fotosintesis":

  • Baru berkembang: menyebutkan sebagian kecil tahapan fotosintesis.
  • Sesuai harapan: menjelaskan seluruh tahapan fotosintesis dengan runtut.
  • Sangat baik: menjelaskan tahapan fotosintesis serta mengaitkannya dengan pentingnya tumbuhan bagi lingkungan.

2. Rubrik

Menjabarkan kriteria ke beberapa aspek penilaian dengan skor di tiap aspek, cocok untuk tugas atau proyek yang punya beberapa dimensi penilaian sekaligus.

Contoh rubrik sederhana untuk tugas presentasi kelompok:

| Aspek | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | |---|---|---|---| | Kelengkapan isi | Isi tidak lengkap | Isi cukup lengkap | Isi lengkap dan jelas | | Kerja sama | Didominasi satu orang | Sebagian anggota aktif | Semua anggota aktif | | Penyampaian | Kurang percaya diri | Cukup jelas | Jelas dan percaya diri |

3. Skala interval angka

Menetapkan rentang angka yang menunjukkan tingkat pencapaian, biasanya dipakai untuk asesmen berbentuk tes tertulis dengan skor total tertentu, misalnya 0-100 dibagi ke beberapa rentang kategori pencapaian.

Memilih pendekatan yang tepat

Tidak ada satu pendekatan yang wajib dipakai untuk semua situasi. Deskripsi kriteria lebih cocok untuk TP yang sifatnya kualitatif seperti keterampilan menjelaskan atau berkomunikasi. Rubrik lebih cocok untuk tugas dengan banyak dimensi seperti proyek atau presentasi. Skala interval angka lebih cocok untuk tes tertulis dengan penskoran yang jelas.

Menuliskan KKTP di modul ajar

KKTP sebaiknya dicantumkan berdampingan dengan asesmen di modul ajar, sehingga guru punya acuan jelas saat menilai hasil kerja murid, tidak menilai berdasarkan perasaan semata. Kalau Anda belum mencantumkan bagian ini di modul ajar Anda, lihat kembali struktur lengkapnya di artikel komponen modul ajar.

KKTP bukan standar yang sama untuk semua kelas

Berbeda dari KKM yang dulu sering dipatok sama untuk satu sekolah, KKTP bisa disesuaikan dengan karakteristik tiap kelas atau bahkan tiap TP, selama disusun dengan pertimbangan yang wajar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menyusun asesmen dan KKTP lebih terarah

Menentukan kriteria yang tepat untuk setiap TP butuh waktu berpikir tersendiri, terutama kalau dilakukan untuk banyak TP sekaligus. KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar lengkap dengan rencana asesmen yang bisa Anda kembangkan lebih lanjut dengan KKTP sesuai kebutuhan kelas Anda. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.