Tim Kurikulum Otomatis · 22 Agustus 2026

Menyusun modul ajar untuk jenjang PAUD punya pendekatan yang berbeda dari SD ke atas. Kalau di SD modul ajar biasanya fokus pada satu mata pelajaran dan satu topik spesifik, modul ajar PAUD justru dirancang berbasis tema besar yang mengintegrasikan berbagai elemen perkembangan sekaligus lewat kegiatan bermain.
Karena CP PAUD disusun secara holistik seperti dibahas di artikel capaian pembelajaran PAUD, modul ajarnya pun dirancang mengintegrasikan berbagai elemen perkembangan dalam satu rangkaian kegiatan bermain, bukan dipisah per mata pelajaran.
Tema dipilih berdasarkan kedekatan dengan kehidupan anak, misalnya "diriku", "keluargaku", "tanaman di sekitarku", atau "kendaraan". Satu tema biasanya dieksplorasi selama satu sampai dua minggu.
Pecah tema besar menjadi sub-tema yang lebih spesifik untuk tiap hari, misalnya untuk tema "tanaman di sekitarku": hari 1 mengenal bagian tanaman, hari 2 cara tanaman tumbuh, hari 3 manfaat tanaman bagi manusia.
Untuk setiap sub-tema, rancang kegiatan bermain yang sekaligus melatih beberapa elemen perkembangan. Contoh untuk sub-tema "mengenal bagian tanaman":
Karena penilaian PAUD berbasis observasi, tentukan indikator sederhana yang diamati guru selama kegiatan berlangsung, misalnya "anak dapat menyebutkan minimal dua bagian tanaman" atau "anak menunjukkan antusiasme saat kegiatan mengamati".
Tema: Tanaman di sekitarku | Sub-tema: Mengenal bagian tanaman
Kegiatan pembuka (15 menit): Bernyanyi lagu tentang tanaman, bercerita singkat pengalaman melihat tanaman.
Kegiatan inti (45 menit): Mengamati tanaman asli di halaman sekolah secara berkelompok, menggambar bagian tanaman yang diamati, menghitung jumlah daun bersama guru.
Kegiatan penutup (15 menit): Bercerita bergiliran tentang apa yang paling menarik dari kegiatan hari itu.
Observasi perkembangan: catat anak yang sudah bisa menyebutkan bagian tanaman dengan tepat, dan anak yang masih perlu bimbingan lebih.
Modul ajar PAUD sebaiknya cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan minat anak yang muncul secara spontan saat kegiatan berlangsung. Kalau di tengah kegiatan anak-anak menunjukkan ketertarikan lebih pada satu aspek tertentu, guru bisa memperpanjang eksplorasi aspek itu, tidak harus kaku mengikuti rencana awal.
Kalau sekolah Anda juga mengelola jenjang SD ke atas, perangkat ajarnya membutuhkan pendekatan yang berbeda, lebih terstruktur per mata pelajaran. KurikulumOtomatis membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes untuk jenjang SD sampai SMK secara otomatis. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: Australian National Maritime Museum on The Commons via Wikimedia Commons, lisensi No restrictions.

CP Fase Fondasi punya karakter berbeda dari fase-fase di atasnya, lebih menekankan perkembangan holistik dibanding capaian akademik spesifik. Ini penjelasannya.
22 Agustus 2026

Bingung menentukan tema kokurikuler yang cocok untuk sekolah Anda? Ini 10 contoh kegiatan nyata yang bisa langsung diadaptasi sesuai kondisi dan sumber daya sekolah.
20 Agustus 2026

Kebijakan RPP satu lembar sempat jadi angin segar bagi guru yang kelelahan administrasi. Ini penjelasan apakah masih relevan sekarang dan cara menyusunnya dengan tepat.
19 Agustus 2026