Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran PAUD, Bedanya dengan Fase A ke Atas

Tim Kurikulum Otomatis · 22 Agustus 2026

Capaian Pembelajaran PAUD, Bedanya dengan Fase A ke Atas

Capaian Pembelajaran untuk jenjang PAUD punya sebutan tersendiri, Fase Fondasi, dan strukturnya cukup berbeda dari fase A ke atas. Perbedaan ini bukan tanpa alasan, melainkan mencerminkan karakter perkembangan anak usia dini yang memang berbeda dari anak usia sekolah dasar ke atas.

Kenapa disebut Fase Fondasi

Istilah "fondasi" dipilih karena tujuan utama PAUD bukan mengejar capaian akademik spesifik, melainkan membangun dasar-dasar perkembangan yang menjadi modal anak untuk siap memasuki jenjang pendidikan dasar. Fondasi ini mencakup perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa secara holistik.

Elemen CP Fase Fondasi

Berbeda dari fase A ke atas yang elemennya dipecah per mata pelajaran, CP Fase Fondasi disusun dalam elemen yang lebih holistik:

  1. Nilai agama dan budi pekerti
  2. Jati diri
  3. Dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni

Perhatikan, elemen ketiga menggabungkan berbagai bidang keilmuan dalam satu elemen, berbeda dari jenjang SD yang sudah memisahkan Matematika, IPAS, dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran terpisah.

Kenapa pendekatannya terintegrasi, bukan per mata pelajaran

Anak usia PAUD belajar secara alami lewat bermain dan eksplorasi, bukan lewat sesi mata pelajaran yang terpisah-pisah. Kegiatan bermain yang sama, misalnya bermain pasir, bisa sekaligus melatih motorik halus (jati diri), mengenal konsep banyak-sedikit (dasar matematika), dan berinteraksi dengan teman (jati diri sosial). Pendekatan terintegrasi ini mencerminkan cara belajar alami anak usia dini.

Bagaimana CP Fase Fondasi dipakai dalam praktik

Guru PAUD menggunakan CP Fase Fondasi sebagai acuan merancang kegiatan bermain yang bermakna, bukan menyusun ATP linear seperti di jenjang SD ke atas. Kegiatan dirancang dalam bentuk tema-tema yang dieksplorasi selama periode tertentu, dengan capaian yang diamati secara holistik lewat observasi perkembangan anak, bukan lewat tes tertulis.

Perbedaan penilaian di Fase Fondasi

Penilaian di jenjang PAUD hampir seluruhnya berbasis observasi dan dokumentasi perkembangan, seperti catatan anekdot, foto kegiatan, atau portofolio karya anak, bukan tes tertulis atau angka. Ini berbeda signifikan dari jenjang SD ke atas yang mulai mengenal asesmen formatif dan sumatif yang lebih terstruktur, seperti dibahas di artikel asesmen formatif dan sumatif.

Transisi dari Fase Fondasi ke Fase A

Salah satu perhatian penting adalah transisi yang tidak mendadak dari pendekatan bermain di PAUD ke pendekatan yang lebih terstruktur di kelas 1 SD. Banyak sekolah dasar kini menerapkan masa transisi di awal kelas 1 yang masih mengedepankan kegiatan bermain sambil belajar, sebelum beralih penuh ke pembelajaran mata pelajaran terpisah.

Kesalahan umum saat memakai CP Fase Fondasi

  • Menyusun ATP linear seperti jenjang SD. Fase Fondasi tidak memakai pendekatan ATP bertahap per elemen — kegiatan dirancang berbasis tema terintegrasi yang dieksplorasi secara holistik.
  • Memaksakan penilaian tertulis atau angka. Penilaian PAUD berbasis observasi dan dokumentasi perkembangan, bukan tes tertulis seperti jenjang SD ke atas.
  • Transisi ke kelas 1 SD dilakukan mendadak. Tanpa masa peralihan yang masih mengedepankan kegiatan bermain, anak bisa kesulitan menyesuaikan diri dengan pola belajar yang tiba-tiba jauh lebih terstruktur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PAUD tetap perlu dokumen CP formal seperti jenjang lain? Ya, tetap ada dokumen CP resmi Fase Fondasi, hanya strukturnya lebih holistik dan tidak dipecah per mata pelajaran seperti fase A ke atas.

Bagaimana melaporkan perkembangan anak PAUD ke orang tua kalau tidak ada nilai angka? Umumnya lewat laporan naratif atau portofolio yang menggambarkan perkembangan tiap elemen, bukan rapor berbasis angka.

Apakah tiga elemen Fase Fondasi berlaku sama di semua PAUD? Ya, ketiga elemen itu berlaku sebagai acuan resmi CP Fase Fondasi, walau cara mengeksplorasinya di kelas bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Menyusun rencana pembelajaran PAUD yang sesuai karakter fase ini

Meski pendekatannya berbeda dari jenjang SD ke atas, PAUD tetap membutuhkan rencana kegiatan yang terstruktur meski fleksibel. Kalau Anda mengajar jenjang SD ke atas dan butuh menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes yang sesuai fase masing-masing, KurikulumOtomatis bisa membantu menyusunnya secara otomatis. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Menyusun CP PAUD untuk setiap elemen perkembangan anak butuh waktu tersendiri. CP Generator KurikulumOtomatis bisa membantu menyusunkannya secara otomatis.