Tim Kurikulum Otomatis · 20 Agustus 2026

Setelah memahami konsep kokurikuler dan fleksibilitas bentuknya, tantangan berikutnya adalah menentukan tema konkret yang sesuai kondisi sekolah. Berikut 10 contoh kegiatan yang sudah umum diadaptasi berbagai sekolah, bisa Anda sesuaikan lagi dengan kondisi setempat.
Murid mengelola sistem pemilahan dan penukaran sampah menjadi barang bernilai, mengaitkan tema gaya hidup berkelanjutan dengan keterampilan wirausaha sederhana.
Menanam sayur atau tanaman obat keluarga di lahan sekolah, mengaitkan pembelajaran IPA dengan tanggung jawab merawat sesuatu secara berkelanjutan.
Murid meneliti dan menampilkan salah satu aspek budaya lokal (tarian, kuliner, kerajinan), menguatkan dimensi kewargaan dan kebinekaan global.
Murid merancang produk sederhana, menghitung modal, dan menjualnya di lingkungan sekolah, melatih kreativitas dan kemandirian sekaligus.
Murid mewawancarai tokoh masyarakat atau meneliti bangunan bersejarah di sekitar sekolah, menghasilkan dokumentasi sederhana berupa video atau tulisan.
Murid merancang poster dan kegiatan edukasi tentang pola hidup sehat, menguatkan dimensi kesehatan dari profil lulusan.
Kegiatan membaca dan berbagi resensi buku antar kelas, menumbuhkan gemar membaca sebagai bagian dari kebiasaan positif.
Murid membuat alat sederhana yang menyelesaikan masalah sehari-hari di sekolah, seperti alat pengukur curah hujan mini, melatih penalaran kritis dan kreativitas.
Kegiatan membersihkan area publik dekat sekolah bersama warga, menguatkan dimensi kewargaan dan gotong royong secara langsung.
Murid dari berbagai kelas berkolaborasi menyusun pertunjukan seni yang mengangkat tema tertentu, melatih kolaborasi dan komunikasi lintas kelompok.
Pilih tema berdasarkan tiga pertimbangan: relevansi dengan kondisi lokal sekolah, ketersediaan sumber daya (waktu, biaya, tenaga pendamping), dan dimensi profil lulusan mana yang ingin dikuatkan. Tidak perlu memilih tema yang rumit kalau tema sederhana sudah bisa menguatkan dimensi yang sama.
Setiap tema di atas tetap membutuhkan perencanaan yang jelas: tujuan, tahapan kegiatan, dan cara menilai perkembangan murid. Penjelasan bentuk pelaksanaan kokurikuler secara umum bisa dilihat kembali di artikel kokurikuler Kurikulum Merdeka.
Merancang kegiatan kokurikuler yang bermakna membutuhkan waktu dan kreativitas guru secara langsung, sesuatu yang sebaiknya tidak terganggu oleh beban administrasi mata pelajaran reguler yang menumpuk. KurikulumOtomatis membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes mata pelajaran reguler secara otomatis, memberi Anda lebih banyak waktu merancang kokurikuler yang berkualitas. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: Joseph McClelland via Wikimedia Commons.

Kebijakan RPP satu lembar sempat jadi angin segar bagi guru yang kelelahan administrasi. Ini penjelasan apakah masih relevan sekarang dan cara menyusunnya dengan tepat.
19 Agustus 2026

Elemen adalah kata yang selalu muncul saat membahas CP, tapi jarang dijelaskan fungsinya secara jelas. Ini penjelasan apa itu elemen dan kenapa strukturnya dibuat seperti itu.
19 Agustus 2026

Menyusun modul ajar dengan diferensiasi terintegrasi tidak perlu berarti menulis tiga modul terpisah. Ini cara menuliskannya dalam satu modul yang tetap ringkas.
18 Agustus 2026