Kurikulum Merdeka

10 Contoh Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Diadaptasi Sekolah

Tim Kurikulum Otomatis · 20 Agustus 2026

10 Contoh Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Diadaptasi Sekolah

Setelah memahami konsep kokurikuler dan fleksibilitas bentuknya, tantangan berikutnya adalah menentukan tema konkret yang sesuai kondisi sekolah. Berikut 10 contoh kegiatan yang sudah umum diadaptasi berbagai sekolah, bisa Anda sesuaikan lagi dengan kondisi setempat.

1. Bank sampah sekolah

Murid mengelola sistem pemilahan dan penukaran sampah menjadi barang bernilai, mengaitkan tema gaya hidup berkelanjutan dengan keterampilan wirausaha sederhana.

2. Kebun sekolah

Menanam sayur atau tanaman obat keluarga di lahan sekolah, mengaitkan pembelajaran IPA dengan tanggung jawab merawat sesuatu secara berkelanjutan.

3. Festival budaya daerah

Murid meneliti dan menampilkan salah satu aspek budaya lokal (tarian, kuliner, kerajinan), menguatkan dimensi kewargaan dan kebinekaan global.

4. Proyek wirausaha mini

Murid merancang produk sederhana, menghitung modal, dan menjualnya di lingkungan sekolah, melatih kreativitas dan kemandirian sekaligus.

5. Dokumentasi sejarah lokal

Murid mewawancarai tokoh masyarakat atau meneliti bangunan bersejarah di sekitar sekolah, menghasilkan dokumentasi sederhana berupa video atau tulisan.

6. Kampanye kesehatan sekolah

Murid merancang poster dan kegiatan edukasi tentang pola hidup sehat, menguatkan dimensi kesehatan dari profil lulusan.

7. Klub literasi lintas kelas

Kegiatan membaca dan berbagi resensi buku antar kelas, menumbuhkan gemar membaca sebagai bagian dari kebiasaan positif.

8. Proyek teknologi sederhana

Murid membuat alat sederhana yang menyelesaikan masalah sehari-hari di sekolah, seperti alat pengukur curah hujan mini, melatih penalaran kritis dan kreativitas.

9. Gotong royong lingkungan sekitar

Kegiatan membersihkan area publik dekat sekolah bersama warga, menguatkan dimensi kewargaan dan gotong royong secara langsung.

10. Pentas seni kolaboratif

Murid dari berbagai kelas berkolaborasi menyusun pertunjukan seni yang mengangkat tema tertentu, melatih kolaborasi dan komunikasi lintas kelompok.

Cara memilih tema yang tepat

Pilih tema berdasarkan tiga pertimbangan: relevansi dengan kondisi lokal sekolah, ketersediaan sumber daya (waktu, biaya, tenaga pendamping), dan dimensi profil lulusan mana yang ingin dikuatkan. Tidak perlu memilih tema yang rumit kalau tema sederhana sudah bisa menguatkan dimensi yang sama.

Menyusun rencana kegiatan yang terstruktur

Setiap tema di atas tetap membutuhkan perencanaan yang jelas: tujuan, tahapan kegiatan, dan cara menilai perkembangan murid. Penjelasan bentuk pelaksanaan kokurikuler secara umum bisa dilihat kembali di artikel kokurikuler Kurikulum Merdeka.

Fokus pada kokurikuler, percepat urusan administrasi mapel reguler

Merancang kegiatan kokurikuler yang bermakna membutuhkan waktu dan kreativitas guru secara langsung, sesuatu yang sebaiknya tidak terganggu oleh beban administrasi mata pelajaran reguler yang menumpuk. KurikulumOtomatis membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes mata pelajaran reguler secara otomatis, memberi Anda lebih banyak waktu merancang kokurikuler yang berkualitas. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: Joseph McClelland via Wikimedia Commons.