Kurikulum Merdeka

Kokurikuler di Kurikulum Merdeka, Apa Itu dan Bagaimana Bentuknya

Tim Kurikulum Otomatis · 31 Juli 2026

Kokurikuler di Kurikulum Merdeka, Apa Itu dan Bagaimana Bentuknya

Sejak awal Kurikulum Merdeka diperkenalkan, kokurikuler identik dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5. Belakangan, istilah dan pelaksanaannya mengalami penyesuaian agar lebih fleksibel bagi sekolah. Artikel ini merangkum pemahaman terkini soal kokurikuler.

Pengertian kokurikuler

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran reguler (intrakurikuler) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman, sikap, dan keterampilan murid secara lebih terintegrasi, sering kali lintas mata pelajaran, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kompetensi holistik.

Bedanya dengan intrakurikuler: intrakurikuler mengikuti struktur mata pelajaran dan CP yang spesifik, kokurikuler lebih longgar, bisa menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema besar.

Bentuk pelaksanaan yang makin fleksibel

Sesuai penyempurnaan kebijakan terbaru, kegiatan kokurikuler bisa dilaksanakan dalam beberapa bentuk, di antaranya:

  • Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, misalnya proyek yang menggabungkan IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia dalam satu tema lingkungan.
  • Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan yang menguatkan kebiasaan positif harian murid.
  • Cara lain yang sesuai kondisi satuan pendidikan, memberi ruang sekolah merancang bentuk kokurikuler yang cocok dengan karakteristik dan sumber daya masing-masing.

Fleksibilitas ini menjadi jawaban atas keluhan sebelumnya bahwa pelaksanaan P5 di banyak sekolah terasa seragam dan kaku, padahal kondisi setiap sekolah berbeda-beda.

Contoh tema kokurikuler yang umum diterapkan

Beberapa tema yang sering dipakai sekolah untuk kegiatan kokurikuler:

  • Gaya hidup berkelanjutan, misalnya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah
  • Kearifan lokal, mengangkat budaya atau tradisi daerah setempat
  • Kewirausahaan, murid merancang produk atau layanan sederhana
  • Bangunlah jiwa dan raganya, kegiatan yang menguatkan kesehatan fisik dan mental

Tema-tema ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, tidak harus mengikuti daftar baku.

Bagaimana kokurikuler dinilai

Penilaian kokurikuler umumnya bersifat deskriptif, menggambarkan perkembangan sikap dan kompetensi murid selama kegiatan berlangsung, berbeda dari penilaian intrakurikuler yang lebih berbasis angka. Fokus penilaiannya pada proses, kolaborasi, dan produk akhir kegiatan, bukan hafalan.

Berapa alokasi waktu untuk kokurikuler

Alokasi waktu kokurikuler ditentukan di tingkat satuan pendidikan, menyesuaikan total jam pelajaran yang tersedia dan kalender kegiatan sekolah. Umumnya kokurikuler dilaksanakan secara terjadwal beberapa kali dalam satu semester, bisa berupa blok waktu khusus atau tersebar di beberapa pertemuan.

Peran guru dalam kokurikuler

Guru berperan sebagai fasilitator, bukan pengajar tunggal seperti di kelas reguler. Karena sifatnya lintas disiplin, kokurikuler sering melibatkan kolaborasi antar guru mata pelajaran, di mana masing-masing menyumbang perspektif dari bidangnya untuk satu tema yang sama.

Menyiapkan dokumen pendukung kokurikuler

Meski kokurikuler punya format tersendiri yang berbeda dari modul ajar mata pelajaran reguler, dasar penyusunannya tetap sama: tujuan yang jelas, kegiatan yang terstruktur, dan cara menilai yang sesuai. Kalau Anda butuh menyusun perangkat ajar untuk mata pelajaran reguler sebagai pelengkap kegiatan kokurikuler, KurikulumOtomatis bisa membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes secara otomatis. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: PA KualaLumpur via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.