Tim Kurikulum Otomatis · 31 Juli 2026

Sejak awal Kurikulum Merdeka diperkenalkan, kokurikuler identik dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5. Belakangan, istilah dan pelaksanaannya mengalami penyesuaian agar lebih fleksibel bagi sekolah. Artikel ini merangkum pemahaman terkini soal kokurikuler.
Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran reguler (intrakurikuler) yang dirancang untuk memperkuat pemahaman, sikap, dan keterampilan murid secara lebih terintegrasi, sering kali lintas mata pelajaran, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kompetensi holistik.
Bedanya dengan intrakurikuler: intrakurikuler mengikuti struktur mata pelajaran dan CP yang spesifik, kokurikuler lebih longgar, bisa menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema besar.
Sesuai penyempurnaan kebijakan terbaru, kegiatan kokurikuler bisa dilaksanakan dalam beberapa bentuk, di antaranya:
Fleksibilitas ini menjadi jawaban atas keluhan sebelumnya bahwa pelaksanaan P5 di banyak sekolah terasa seragam dan kaku, padahal kondisi setiap sekolah berbeda-beda.
Beberapa tema yang sering dipakai sekolah untuk kegiatan kokurikuler:
Tema-tema ini bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, tidak harus mengikuti daftar baku.
Penilaian kokurikuler umumnya bersifat deskriptif, menggambarkan perkembangan sikap dan kompetensi murid selama kegiatan berlangsung, berbeda dari penilaian intrakurikuler yang lebih berbasis angka. Fokus penilaiannya pada proses, kolaborasi, dan produk akhir kegiatan, bukan hafalan.
Alokasi waktu kokurikuler ditentukan di tingkat satuan pendidikan, menyesuaikan total jam pelajaran yang tersedia dan kalender kegiatan sekolah. Umumnya kokurikuler dilaksanakan secara terjadwal beberapa kali dalam satu semester, bisa berupa blok waktu khusus atau tersebar di beberapa pertemuan.
Guru berperan sebagai fasilitator, bukan pengajar tunggal seperti di kelas reguler. Karena sifatnya lintas disiplin, kokurikuler sering melibatkan kolaborasi antar guru mata pelajaran, di mana masing-masing menyumbang perspektif dari bidangnya untuk satu tema yang sama.
Meski kokurikuler punya format tersendiri yang berbeda dari modul ajar mata pelajaran reguler, dasar penyusunannya tetap sama: tujuan yang jelas, kegiatan yang terstruktur, dan cara menilai yang sesuai. Kalau Anda butuh menyusun perangkat ajar untuk mata pelajaran reguler sebagai pelengkap kegiatan kokurikuler, KurikulumOtomatis bisa membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes secara otomatis. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: PA KualaLumpur via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.

Modul ajar dan RPP sama-sama rencana pembelajaran, tapi tidak identik. Ini perbedaannya dan panduan menentukan mana yang sesuai untuk kondisi sekolah Anda.
30 Juli 2026

Tujuan pembelajaran yang kabur membuat asesmen sulit disusun. Ini cara merumuskan TP yang terukur, lengkap dengan daftar kata kerja yang sebaiknya dipakai dan dihindari.
29 Juli 2026

Fase A, B, C, D, E, F sering membingungkan kalau baru pindah dari sistem kelas per kelas. Ini penjelasan pembagian fase lengkap dengan kelas yang tercakup di dalamnya.
29 Juli 2026