Kurikulum Merdeka

Contoh Modul Ajar SMK untuk Mata Pelajaran Kejuruan

Tim Kurikulum Otomatis · 24 Agustus 2026

Contoh Modul Ajar SMK untuk Mata Pelajaran Kejuruan

Modul ajar untuk mata pelajaran kejuruan SMK punya karakter yang berbeda dari mata pelajaran umum, terutama karena porsi praktiknya jauh lebih besar dan sering melibatkan aspek keselamatan kerja yang harus ditekankan sejak awal. Berikut contohnya untuk program keahlian Teknik Otomotif.

Identitas

  • Mata pelajaran: Dasar-Dasar Teknik Otomotif
  • Kelas: 10 (Fase E)
  • Topik: Penggunaan alat ukur dasar dalam perawatan kendaraan
  • Alokasi waktu: 4 x 45 menit (1 pertemuan blok praktik)

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat menggunakan alat ukur dasar (jangka sorong, mikrometer) untuk mengukur komponen kendaraan sesuai prosedur keselamatan kerja yang berlaku.

Pemahaman bermakna

Ketepatan mengukur komponen kendaraan menentukan kualitas perbaikan dan keselamatan pengendara, keterampilan ini menjadi dasar penting sebelum mempelajari perawatan komponen yang lebih kompleks.

Pertanyaan pemantik

"Menurut kalian, apa yang bisa terjadi kalau mekanik salah mengukur ukuran komponen mesin saat perbaikan?"

Kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembuka (15 menit)

Guru mengajukan pertanyaan pemantik, menekankan pentingnya ketepatan pengukuran dalam dunia otomotif, dan mengulas prosedur keselamatan kerja (K3) yang wajib diikuti selama praktik.

Kegiatan inti (150 menit)

  1. Guru mendemonstrasikan cara menggunakan jangka sorong dan mikrometer dengan benar, termasuk cara membaca skala pengukuran.
  2. Murid berlatih menggunakan alat ukur pada komponen contoh secara berkelompok, didampingi guru.
  3. Setiap murid melakukan pengukuran mandiri pada komponen yang berbeda, mencatat hasilnya di lembar kerja.
  4. Guru mengecek ketepatan hasil pengukuran setiap murid dan memberi umpan balik langsung.

Kegiatan penutup (15 menit)

Murid membersihkan dan mengembalikan alat sesuai prosedur, guru menutup dengan refleksi singkat tentang kesulitan yang dialami saat mengukur.

Asesmen

Formatif: observasi penerapan prosedur keselamatan kerja selama praktik berlangsung.

Sumatif: ketepatan hasil pengukuran mandiri dibandingkan dengan nilai standar, dinilai dengan rubrik toleransi kesalahan pengukuran.

Rubrik penilaian praktik

| Aspek | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | |---|---|---|---| | Prosedur K3 | Mengabaikan prosedur keselamatan | Menerapkan sebagian prosedur | Menerapkan seluruh prosedur dengan konsisten | | Ketepatan hasil ukur | Selisih lebih dari toleransi yang ditetapkan | Selisih mendekati batas toleransi | Hasil ukur sesuai toleransi yang ditetapkan | | Perawatan alat | Alat tidak dibersihkan/disimpan dengan benar | Sebagian alat dirawat dengan benar | Seluruh alat dirawat dan disimpan sesuai prosedur |

Media dan sumber belajar

Jangka sorong, mikrometer, komponen contoh untuk latihan pengukuran, lembar kerja pencatatan hasil ukur, panduan keselamatan kerja bengkel.

Kenapa aspek keselamatan kerja selalu ditekankan

Berbeda dari mata pelajaran umum, modul ajar kejuruan SMK hampir selalu perlu menyertakan aspek keselamatan kerja sebagai bagian dari penilaian, karena keterampilan yang dipelajari langsung berkaitan dengan risiko fisik nyata di dunia kerja.

Menyusun modul ajar kejuruan untuk program keahlian lain

Menyusun modul ajar dengan struktur serupa untuk program keahlian yang berbeda membutuhkan pemahaman standar kompetensi masing-masing bidang. KurikulumOtomatis mendukung penyusunan perangkat ajar untuk berbagai program keahlian SMK secara otomatis. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Menyusun modul ajar kejuruan untuk tiap kompetensi butuh waktu tersendiri, apalagi kalau mencakup praktik di lapangan. Modul Ajar Generator KurikulumOtomatis menyusun draf modul ajar SMK yang bisa Anda kembangkan.