Berita

Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, Apa yang Perlu Disiapkan Sekolah

Tim Kurikulum Otomatis · 21 Agustus 2026

Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, Apa yang Perlu Disiapkan Sekolah

Salah satu perubahan yang cukup menarik perhatian dari Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 adalah hadirnya mata pelajaran pilihan baru, Koding dan Kecerdasan Artifisial. Bagi banyak sekolah, ini menjadi hal baru yang perlu dipersiapkan, mulai dari pemahaman cakupan materinya sampai kesiapan sumber daya.

Latar belakang kehadiran mapel ini

Penambahan mapel ini merespons kebutuhan literasi digital dan teknologi yang semakin relevan bagi generasi murid saat ini. Alih-alih diajarkan sebagai keterampilan terpisah tanpa kerangka kurikulum, koding dan kecerdasan artifisial kini punya tempat resmi sebagai mata pelajaran pilihan.

Jenjang dan tahun penerapan

Penerapan mapel ini dilakukan bertahap, dimulai sejak tahun ajaran 2025/2026, dari kelas 5 dan 6 jenjang pendidikan dasar, serta kelas 7 jenjang pendidikan menengah. Kata kuncinya adalah bertahap dan pilihan, artinya tidak semua sekolah wajib langsung menerapkannya serentak, tergantung kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Sifat mapel sebagai pilihan

Karena berstatus mata pelajaran pilihan, sekolah punya keleluasaan menentukan kapan dan bagaimana mapel ini mulai ditawarkan kepada murid, menyesuaikan dengan ketersediaan tenaga pengajar, perangkat komputer, dan infrastruktur jaringan yang dibutuhkan.

Perkiraan cakupan materi

Meski detail kurikulum spesifiknya terus disempurnakan, secara umum mapel ini diperkirakan mencakup dua area besar:

  • Koding: dasar-dasar logika pemrograman, algoritma sederhana, dan pengenalan bahasa pemrograman visual atau blok untuk jenjang yang lebih muda.
  • Kecerdasan artifisial: pengenalan konsep dasar AI, cara kerja sederhana teknologi AI yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari, dan penggunaan yang bertanggung jawab.

Persiapan yang bisa dilakukan sekolah

1. Memetakan kesiapan tenaga pengajar

Cek guru mana yang punya latar belakang atau minat terhadap teknologi komputer, mereka bisa menjadi kandidat awal pengampu mapel ini, sambil terus mengikuti pelatihan yang relevan.

2. Mengecek ketersediaan perangkat

Mapel ini membutuhkan akses komputer atau perangkat sejenis, minimal untuk kegiatan praktik dasar. Sekolah perlu mengevaluasi apakah laboratorium komputer yang ada mencukupi.

3. Memulai secara eksploratif

Sekolah yang belum siap menerapkan penuh bisa memulai dengan kegiatan pengenalan sederhana lewat kokurikuler terlebih dahulu, sebagai jembatan sebelum benar-benar menjadikannya mata pelajaran pilihan formal.

4. Mengikuti perkembangan panduan resmi

Karena mapel ini masih tergolong baru, panduan kurikulum dan modul ajarnya kemungkinan terus disempurnakan. Ikuti terus informasi resmi dari Kemendikdasmen untuk detail teknis terbaru.

Dampak bagi guru mata pelajaran lain

Kehadiran mapel ini tidak secara langsung mengubah struktur mata pelajaran lain. Namun, semangat literasi digital yang dibawanya bisa jadi inspirasi bagi guru mata pelajaran lain untuk mulai mengaitkan materi dengan konteks teknologi, sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang dibahas di artikel pembelajaran mendalam.

Kesalahan umum dalam mempersiapkan mapel ini

  • Menunggu juknis lengkap turun sebelum mulai persiapan apa pun. Aspek non-materi seperti pemetaan kesiapan guru dan pengecekan perangkat komputer bisa mulai dilakukan lebih awal tanpa menunggu detail kurikulum final.
  • Menganggap mapel ini wajib dibuka serentak oleh semua sekolah. Statusnya pilihan dan penerapannya bertahap — sekolah yang belum siap tidak wajib memaksakan diri di tahun ajaran pertama.
  • Langsung mengajarkan materi AI tingkat lanjut tanpa dasar logika pemrograman. Terutama di jenjang yang lebih muda, pemahaman dasar algoritma dan logika perlu dibangun dulu sebelum masuk ke konsep AI yang lebih abstrak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua sekolah wajib membuka mapel ini di tahun ajaran 2025/2026? Tidak. Statusnya pilihan dan penerapannya bertahap sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Bolehkah mapel ini diampu guru yang bukan berlatar belakang TIK? Boleh, terutama untuk materi dasar, selama guru tersebut mengikuti pelatihan yang relevan. Kompleksitas materi bisa disesuaikan dengan kesiapan pengajar yang tersedia.

Apakah materi kecerdasan artifisial untuk SD sama dengan SMP? Tidak. Cakupan dan kedalamannya disesuaikan jenjang — SD lebih ke pengenalan konsep dasar, SMP mulai masuk ke penerapan yang lebih konkret.

Menyiapkan perangkat ajar mata pelajaran yang sudah berjalan

Sambil sekolah mempersiapkan mapel baru ini, perangkat ajar mata pelajaran reguler tetap perlu berjalan rapi. KurikulumOtomatis membantu menyusun CP, ATP, modul ajar, dan prota promes secara otomatis untuk mata pelajaran yang sudah berjalan, sehingga sekolah punya lebih banyak ruang mempersiapkan mapel baru ini. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Selalu rujuk panduan resmi terbaru dari Kemendikdasmen untuk detail kurikulum mapel ini, karena ketentuannya terus disempurnakan seiring tahap penerapan.

Sebelum menyusun modul ajarnya, mata pelajaran baru seperti ini perlu ATP yang jelas urutannya dulu. ATP Generator KurikulumOtomatis bisa membantu menyusun ATP Koding dan Kecerdasan Artifisial sesuai fase yang Anda pilih.