Kurikulum Merdeka

Contoh ATP Matematika SD Fase B, Struktur dan Cara Menyesuaikannya

Tim Kurikulum Otomatis · 5 Agustus 2026

Contoh ATP Matematika SD Fase B, Struktur dan Cara Menyesuaikannya

Kalau Anda sudah memahami langkah menyusun ATP tapi masih butuh gambaran konkret, contoh berikut bisa jadi acuan. Ingat, ini bukan template yang harus disalin persis, melainkan contoh struktur yang perlu Anda sesuaikan dengan kondisi murid dan kalender sekolah Anda sendiri.

Konteks contoh

Contoh ini disusun untuk Matematika Fase B (kelas 3-4 SD), mengambil sebagian elemen bilangan dan pengukuran sebagai ilustrasi.

Contoh struktur ATP

| No | Tujuan Pembelajaran | Kelas | Alokasi JP | |---|---|---|---| | 1 | Peserta didik dapat membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000 | 3 | 4 | | 2 | Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10.000 | 3 | 4 | | 3 | Peserta didik dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah dengan teknik bersusun | 3 | 8 | | 4 | Peserta didik dapat mengidentifikasi pecahan sederhana sebagai bagian dari keseluruhan | 3 | 6 | | 5 | Peserta didik dapat mengukur panjang benda menggunakan satuan baku | 3 | 4 | | 6 | Peserta didik dapat melakukan perkalian dan pembagian bilangan cacah dua angka | 4 | 8 | | 7 | Peserta didik dapat membandingkan pecahan berpenyebut sama | 4 | 6 | | 8 | Peserta didik dapat menghitung keliling dan luas bangun datar sederhana | 4 | 8 |

Kenapa urutannya seperti ini

Perhatikan pola pengurutannya: materi bilangan diletakkan di awal karena menjadi prasyarat untuk operasi hitung dan pecahan yang muncul setelahnya. Materi pengukuran dan geometri diletakkan di bagian akhir karena membutuhkan pemahaman bilangan yang sudah matang.

Pola prasyarat-dulu ini konsisten dengan prinsip pengurutan ATP yang dibahas di artikel cara menyusun ATP.

Cara menyesuaikan contoh ini ke sekolah Anda

Jangan menyalin alokasi JP di atas mentah-mentah. Sesuaikan dengan:

  1. Total JP Matematika di struktur kurikulum sekolah Anda, bisa berbeda dari asumsi di contoh ini.
  2. Kondisi awal murid, kalau hasil asesmen diagnostik menunjukkan murid sudah cukup kuat di materi bilangan, alokasi bisa dipersingkat untuk memberi ruang lebih di materi lain.
  3. Kalender pendidikan sekolah Anda, hitung ulang minggu efektif sesuai panduan menghitung minggu efektif sebelum menetapkan alokasi final.

Menambahkan detail yang belum ada di contoh

Contoh di atas baru mencakup kolom dasar. ATP yang lengkap sebaiknya juga menyertakan kolom elemen CP yang dirujuk, kata kunci materi, dan catatan asesmen yang direncanakan untuk tiap TP, sehingga lebih mudah dipakai sebagai acuan menyusun modul ajar.

Contoh ini untuk satu elemen, bagaimana dengan elemen lain

Elemen Matematika Fase B lainnya, seperti geometri lanjutan atau analisis data, perlu dianalisis dan disusun dengan pola yang sama. Semakin banyak elemen yang Anda susun, semakin terlihat pola keterkaitan antar materi yang bisa dimanfaatkan untuk pengurutan yang lebih koheren.

Menyusun ATP lengkap tanpa mulai dari nol

Kalau menyusun tabel seperti di atas untuk seluruh elemen Matematika Fase B terasa memakan waktu, KurikulumOtomatis bisa menyusunkan ATP lengkap untuk mata pelajaran dan fase yang Anda pilih, sudah mencakup seluruh elemen dan alokasi waktu yang disesuaikan dengan tahun ajaran Anda. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.

Foto: U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Mark Logico via Wikimedia Commons.