Tim Kurikulum Otomatis · 24 Juli 2026

Prota dan promes adalah dua dokumen yang hampir selalu disebut berpasangan, sampai-sampai banyak guru menganggapnya satu hal yang sama. Padahal keduanya punya fungsi yang berbeda, dan memahami perbedaannya akan membuat Anda menyusun keduanya lebih cepat dan lebih akurat.
Program tahunan adalah rencana alokasi waktu untuk seluruh materi pembelajaran selama satu tahun ajaran, dipetakan ke semester ganjil dan genap. Prota menjawab pertanyaan besar: dari sekian banyak tujuan pembelajaran dalam ATP, mana yang diajarkan di semester 1 dan mana di semester 2, serta berapa alokasi jam masing-masing.
Prota disusun di awal tahun ajaran dan menjadi acuan utama sebelum menyusun dokumen yang lebih rinci.
Program semester adalah turunan dari prota yang memecah alokasi satu semester ke dalam satuan minggu. Kalau prota bicara "semester berapa", promes bicara "minggu ke berapa". Promes biasanya berbentuk matriks: baris berisi materi atau tujuan pembelajaran, kolom berisi minggu ke-1 sampai minggu terakhir semester, dan tanda centang atau angka JP di persilangannya.
| Aspek | Prota | Promes | |---|---|---| | Cakupan waktu | Satu tahun ajaran | Satu semester | | Satuan pembagian | Semester | Minggu | | Tingkat detail | Garis besar | Lebih rinci | | Kapan disusun | Awal tahun ajaran | Awal semester (bisa direvisi tiap semester) |
Sederhananya, prota adalah peta besar, promes adalah peta jalan mingguan dari peta besar itu.
Alurnya berurutan:
Karena keduanya diturunkan dari ATP, urutan materi di prota dan promes harus konsisten dengan urutan ATP. Kalau Anda mengubah urutan di promes tanpa mengubah ATP, keduanya akan tidak sinkron dan membingungkan saat ditinjau ulang.
Kesalahan paling umum adalah menghitung minggu efektif secara asal tanpa mengecek kalender pendidikan tahun berjalan, sehingga alokasi di promes melebihi minggu yang benar-benar tersedia. Kesalahan kedua adalah menyusun prota dan promes secara terpisah dari ATP, padahal seharusnya ketiganya satu kesatuan yang saling merujuk.
Untuk menghindari kesalahan pertama, baca panduan menghitung minggu efektif secara mendetail sebelum mengisi promes, karena angka ini menjadi dasar seluruh alokasi mingguan Anda.
Prota idealnya tetap di awal tahun, tapi promes wajar direvisi setiap semester, terutama kalau ada perubahan kalender pendidikan, hari libur nasional yang bertambah, atau penyesuaian kecepatan belajar murid di semester sebelumnya. Jangan ragu merevisi promes selama perubahannya masih dalam alokasi total prota.
Menghitung minggu efektif dan menyebar alokasi JP secara manual ke dalam matriks promes cukup memakan waktu, apalagi kalau dilakukan untuk beberapa mata pelajaran sekaligus. KurikulumOtomatis menghitung minggu efektif dari tahun ajaran yang Anda masukkan dan langsung menyusun prota beserta promesnya, selaras dengan ATP yang dihasilkan di paket yang sama. Anda bisa mencoba dengan 1 kredit gratis melalui halaman pendaftaran.
Foto: Fitrah 9131 via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 3.0.

Fase A, B, C, D, E, F sering membingungkan kalau baru pindah dari sistem kelas per kelas. Ini penjelasan pembagian fase lengkap dengan kelas yang tercakup di dalamnya.
29 Juli 2026

Pembelajaran mendalam jadi istilah yang sering muncul belakangan. Ini penjelasan konsepnya secara sederhana dan cara menerapkannya di kelas tanpa mengubah total cara mengajar.
27 Juli 2026

Minggu efektif jadi dasar semua perhitungan alokasi waktu, dari prota sampai promes. Ini cara menghitungnya dengan benar berdasarkan kalender pendidikan.
26 Juli 2026