Tim Kurikulum Otomatis · 9 Agustus 2026

Bahasa Indonesia di jenjang SMP punya empat elemen: menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Contoh berikut mengambil sebagian elemen membaca dan menulis di Fase D sebagai ilustrasi menyusun ATP, dengan fokus pada teks prosedur dan teks eksposisi.
Fase D mencakup kelas 7-9 SMP. Contoh ini disusun untuk sebagian materi kelas 7 dan 8, dengan asumsi total alokasi Bahasa Indonesia mengikuti struktur kurikulum sekolah masing-masing.
| No | Tujuan Pembelajaran | Kelas | Alokasi JP | |---|---|---|---| | 1 | Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks prosedur dari berbagai sumber | 7 | 4 | | 2 | Peserta didik dapat menjelaskan ciri kebahasaan teks prosedur | 7 | 4 | | 3 | Peserta didik dapat menyusun teks prosedur sederhana sesuai struktur yang benar | 7 | 6 | | 4 | Peserta didik dapat mempresentasikan teks prosedur yang telah disusun | 7 | 4 | | 5 | Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks eksposisi | 8 | 4 | | 6 | Peserta didik dapat menganalisis argumen dalam teks eksposisi | 8 | 6 | | 7 | Peserta didik dapat menyusun teks eksposisi dengan argumen yang didukung data | 8 | 8 |
Materi diurutkan dari mengidentifikasi struktur (level memahami) ke menyusun teks sendiri (level mencipta), mengikuti prinsip mudah ke sulit yang dibahas di artikel cara menyusun ATP. Teks prosedur diletakkan lebih dulu karena strukturnya lebih sederhana dan konkret dibanding teks eksposisi yang menuntut kemampuan berargumen.
Contoh di atas baru mencakup elemen membaca dan menulis. Dalam praktiknya, ATP Bahasa Indonesia yang lengkap juga perlu mencakup elemen menyimak dan berbicara, yang bisa disusun paralel atau terintegrasi dengan materi teks yang sama. Misalnya kegiatan mempresentasikan teks prosedur pada TP nomor 4 sekaligus melatih elemen berbicara dan mempresentasikan.
Sebelum memakai struktur ini, sesuaikan dengan:
Fase D biasanya mencakup lebih banyak jenis teks dibanding contoh di atas, seperti teks narasi, teks laporan hasil observasi, dan teks tanggapan. Pola penyusunan yang sama, dari mengidentifikasi struktur sampai menyusun teks sendiri, bisa diterapkan untuk setiap jenis teks tambahan itu.
Menyusun ATP selengkap ini untuk seluruh elemen dan jenis teks Fase D tentu memakan waktu jauh lebih lama dibanding contoh sebagian di atas. KurikulumOtomatis dapat menyusun ATP Bahasa Indonesia lengkap untuk fase yang Anda pilih, mencakup seluruh elemen sekaligus dengan alokasi waktu yang disesuaikan tahun ajaran Anda. Coba gratis dengan 1 kredit percobaan di halaman pendaftaran.
Foto: Indonesiagood via Wikimedia Commons, lisensi CC BY 4.0.

Dua elemen ini sering diisi asal-asalan padahal berperan besar membuka kelas dengan hidup. Ini cara merumuskan keduanya dengan contoh dari berbagai mata pelajaran.
7 Agustus 2026

Profil lulusan diperluas menjadi delapan dimensi lewat Permendikdasmen 13/2025. Ini daftar lengkapnya dan bedanya dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila sebelumnya.
7 Agustus 2026

Contoh modul ajar SD untuk satu topik utuh, dari identitas sampai asesmen, disertai catatan kenapa tiap bagian ditulis seperti itu agar mudah ditiru polanya.
5 Agustus 2026